Hukum II Kirchhoff

Pengertian Hukum II Kirchhoff

Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa jumlah perubahan potensial listrik pada keliling suatu rangkaian tertutup sama dengan nol. Hukum II Kirchhoff didasarkan pada hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa energi bersifat kekal.

Hukum II Kirchhoff - 1Agar lebih memahami hal ini, bayangkan muatan listrik bergerak dalam suatu rangkaian tertutup, seperti pada gambar di samping. Ketika muatan listrik melewati suatu hambatan listrik (R), energi potensial listrik berkurang karena terpakai pada hambatan tersebut. Jika muatan listrik melewati hambatan listrik yang lain, energi potensial listrik berkurang lagi karena terpakai lagi pada hambatan tersebut. Selanjutnya ketika muatan listrik melewati sumber tegangan listrik dari potensial rendah ke potensial tinggi, energi potensial listrik bertambah. Ketika kembali ke titik semula, energi potensial listrik sama seperti semula, di mana perubahan energi potensial listrik bernilai nol. Ketika menerapkan hukum II Kirchhoff pada suatu rangkaian listrik, kita menggunakan perubahan tegangan listrik, bukan perubahan energi potensial listrik.

Baca Selengkapnya

Gaya gerak listrik (ggl) hambatan dalam tegangan terminal

Materi Gaya gerak listrik (ggl) hambatan dalam tegangan terminal

Arus listrik mengalir dalam suatu rangkaian tertutup, dari potensial tinggi ke potensial rendah. Ketika arus listrik bergerak melalui suatu komponen hambatan listrik, terjadi pengurangan energi potensial listrik karena energi listrik terpakai pada hambatan tersebut. Agar arus listrik tetap mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah maka harus ada alat untuk menambah energi potensial listrik, alat tersebut adalah gaya gerak listrik (ggl) atau lebih tepat disebut sumber tegangan listrik. Ggl atau sumber tegangan listrik merupakan komponen yang mengubah suatu jenis energi menjadi energi listrik, misalnya baterai, aki, sel surya atau generator listrik.

Baca Selengkapnya

Resistor hambatan paralel

Pelajari juga Contoh soal resistor paralel dan Contoh soal resistor seri

Materi Resistor Hambatan Paralel

Resistor paralel

Jika resistor-resistor terangkai seperti pada gambar di samping, resistor-resistor tersebut terangkai secara paralel.

Muatan listrik kekal sehingga arus listrik (arus listrik = muatan listrik yang mengalir selama suatu selang waktu) yang masuk ke titik cabang sama dengan arus listrik yang keluar dari titik cabang. Terdapat beberapa cabang sehingga arus listrik total = jumlah dari arus listrik yang mengalir pada masing-masing cabang. Secara matematis I = I1 + I2 + I3. Sedangkan beda potensial listrik atau tegangan listrik (V) pada masing-masing cabang bernilai sama.

Baca Selengkapnya

Resistor hambatan seri

Pelajari juga Contoh soal resistor paralel dan Contoh soal resistor seri

Materi Resistor Hambatan Seri

Resistor seri

Jika resistor-resistor dihubungkan seperti pada gambar di samping, resistor-resistor tersebut terangkai secara seri. Resistor atau hambatan listrik yang dimaksud bisa berupa komponen resistor, lampu atau alat penghambat listrik lainnya.

Muatan listrik (Q) kekal sehingga muatan listrik yang bergerak melalui hambatan 1 (R1) = muatan listrik yang bergerak melalui hambatan 2 (R2) = muatan listrik yang bergerak melalui hambatan 3 (R3). Arus listrik (I) merupakan muatan listrik yang mengalir selama selang waktu tertentu (I = Q/t), karenanya arus listrik yang melalui hambatan 1 (I1) = arus listrik yang melalui hambatan 2 (I2) = arus listrik yang melalui hambatan 3 (I3). Secara matematis, arus listrik total (I) = I1 = I2 = I3.

Baca Selengkapnya

Daya listrik

Pengertian Daya Listrik

Daya yang dipelajari pada materi usaha dan energi diartikan sebagai usaha yang dilakukan selama selang waktu tertentu. Usaha merupakan proses perubahan energi karenanya daya bisa dipahami sebagai perubahan energi selama selang waktu tertentu.

Daya listrik merupakan perubahan energi listrik selama selang waktu tertentu. Pada ulasan tentang potensial listrik dijelaskan bahwa perubahan energi potensial listrik terjadi ketika muatan listrik melewati beda potensial listrik.

Baca Selengkapnya

Hambatan listrik

Rumus Hambatan Listrik

Pada tulisan tentang hukum Ohm telah diturunkan rumus yang menyatakan keterkaitan antara tegangan listrik (V), arus listrik (I) dan hambatan listrik (R). Secara matematis dinyatakan melalui persamaan :

Hambatan listrik 1 - rumus hukum Ohm

Persamaan ini menunjukkan bahwa hambatan listrik (R) berbanding lurus dengan tegangan listrik (V) dan berbanding terbalik dengan arus listrik (I). Jika tegangan listrik semakin besar maka hambatan semakin besar, sebaliknya apabila kuat arus listrik semakin besar maka hambatan semakin besar. Persamaan ini menjelaskan hukum Ohm hanya ketika hambatan (R) bernilai konstan. Jika hambatan tidak konstan maka persamaan ini tidak menjelaskan hukum Ohm tetapi menjelaskan hambatan suatu konduktor.

Baca Selengkapnya

Hukum Ohm

Pengertian Hukum Ohm

Pelajari juga materi Contoh soal hukum Ohm dan Pembahasan soal hukum Ohm

Pada hampir semua konduktor logam, medan listrik sebanding dengan rapat arus listrik, di mana perbandingan medan listrik terhadap rapat arus listrik bernilai konstan. Secara matematis dinyatakan melalui persamaan :
ρ = E / J
Keterangan : E = medan listrik, ρ =hambatan jenis, J = rapat arus listrik.

Konstanta kesebandingan ρ disebut hambatan jenis atau resistivitas yang nilainya konstan dan tidak bergantung pada medan listrik yang menimbulkan arus listrik.

Baca Selengkapnya

Arus listrik

Pengertian arus listrik

Di dalam konduktor seperti tembaga terdapat elektron-elektron yang bergerak bebas secara acak dengan laju tinggi tetapi tidak melepaskan diri dari logam tersebut. Elektron yang dapat bergerak bebas dinamakan elektron bebas. Walaupun elektron-elektron bergerak bebas ke segala arah tetapi tidak ada aliran total elektron-elektron menuju arah tertentu. Kondisi ini terjadi ketika tidak ada beda potensial di antara kedua ujung kawat tembaga.

Baca Selengkapnya

Rumus rangkaian kapasitor

Sebuah kapasitor mempunyai kapasitansi tertentu. Jika kapasitansi yang dibutuhkan tidak tersedia maka dapat dirangkai dua atau lebih dari dua kapasitor untuk memperoleh kapasitansi yang dibutuhkan. Agar dapat merangkai kapasitor dengan tepat maka perlu pengetahuan yang benar mengenai rangkaian kapasitor 🙂

Sebelum mempelajari rangkaian kapasitor, terlebih dahulu pahami simbol-simbol Rumus rangkaian kapasitor 1berikut ini. Dua garis vertikal pada simbol kapasitor mewakili dua konduktor pada kapasitor keping sejajar. Pada simbol baterai, garis vertikal yang lebih panjang mewakili potensial tinggi (+) dan garis vertikal yang lebih pendek mewakili potensial rendah (-). Garis mendatar baik pada simbol kapasitor maupun simbol baterai mewakili kabel.

Baca Selengkapnya

You cannot copy content of this page