Rumus rangkaian kapasitor

Sebuah kapasitor mempunyai kapasitansi tertentu. Jika kapasitansi yang dibutuhkan tidak tersedia maka dapat dirangkai dua atau lebih dari dua kapasitor untuk memperoleh kapasitansi yang dibutuhkan. Agar dapat merangkai kapasitor dengan tepat maka perlu pengetahuan yang benar mengenai rangkaian kapasitor 🙂

Sebelum mempelajari rangkaian kapasitor, terlebih dahulu pahami simbol-simbol Rumus rangkaian kapasitor 1berikut ini. Dua garis vertikal pada simbol kapasitor mewakili dua konduktor pada kapasitor keping sejajar. Pada simbol baterai, garis vertikal yang lebih panjang mewakili potensial tinggi (+) dan garis vertikal yang lebih pendek mewakili potensial rendah (-). Garis mendatar baik pada simbol kapasitor maupun simbol baterai mewakili kabel.

Rangkaian Seri

Rumus rangkaian kapasitor 2Dua kapasitor yang dihubungkan seperti pada gambar kiri disebut kapasitor yang terangkai secara seri. Gambar kanan merupakan sebuah kapasitor pengganti yang mempunyai kapasitansi setara dengan kedua kapasitor yang terangkai seri.

Pada mulanya kedua kapasitor tidak bermuatan listrik. Setelah dihubungkan dengan baterai, keping atas kapasitor C1 yang terhubung dengan kutub positif baterai menjadi bermuatan positif karena elektron-elektron bergerak keluar darinya dan keping bawah kapasitor C2 yang terhubung dengan kutub negatif baterai menjadi bermuatan negatif karena menerima elektron-elektron. Elektron yang bermuatan negatif, bergerak karena ditarik oleh kutub positif baterai yang bermuatan positif. Selanjutnya elektron-elektron ini ditolak kutub negatif baterai yang bermuatan negatif menuju keping bawah kapasitor C2. Keping atas kapasitor C1 yang bermuatan positif menarik elektron dari keping atas kapasitor C2 sehingga elektron-elektron berpindah menuju keping bawah kapasitor C1. Akibatnya keping bawah kapasitor C1 menjadi bermuatan negatif dan keping atas kapasitor C2 menjadi bermuatan positif.

Anda perlu masuk untuk melihat isi selengkapnya. Silahkan . Bukan Member? Bergabung

Leave a Reply

error: