Difusi

Kalau kita perhatikan secara saksama, asap hasil pembakaran pada mulanya masih dapat dilihat. Setelah beberapa saat, asap tidak bisa dilihat. Pernah pakai parfum ? Walaupun Anda menyemprot parfum di kamar, orang lain yang berada di luar rumah juga bisa merasakan keharuman parfum. Demikian juga kalau ibu memasak makanan yang lezat dan mengundang selera di dapur, aroma masakan bisa dirasakan dari rumah tetangga. Mengapa bisa demikian ya ?

Masih banyak contoh lain. Kalau dirimu memasukkan beberapa tetes tinta atau pewarna makanan ke dalam gelas yang berisi air bening, tinta atau pewarna makanan akan menyebar secara merata ke seluruh air. Hal ini terjadi secara otomatis. Beberapa contoh sebelumnya merupakan peristiwa difusi yang sering dialami dalam kehidupan sehari‐hari. Difusi merupakan proses berpindahnya molekul‐molekul zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi menuju tempat yang berkonsentrasi rendah. Yang dimaksudkan dengan konsetrasi adalah banyaknya molekul/mol zat per volume. Tempat yang berkonsentrasi tinggi adalah tempat di mana terdapat banyak molekul zat per volume. Sebaliknya tempat yang berkonsetrasi rendah adalah tempat di mana terdapat sedikit molekul per volume.

Ketika dirimu membakar sampah, biasanya konsentrasi asap di sekitar tempat pembakaran sampah cukup tinggi. Karena terdapat perbedaan konsentrasi, maka molekul‐molekul asap secara otomatis menyebar dari tempat yang berkonsetrasi tinggi menuju tempat yang berkonsetrasi rendah. Molekul‐molekul asap yang pada mulanya berkumpul bersama akhirnya tercerai berai ke segala arah.

Ketika dirimu menyemprot parfum ke tubuh, tempat di mana parfum tersebut disemprot memiliki konsentrasi tinggi. Karena terdapat perbedaan konsentrasi, maka molekul‐molekul parfum bergerak dari tempat yang berkonsetrasi tinggi menuju tempat yang berkonsetrasi rendah. Ketika dirimu memasukkan beberapa tetes tinta atau pewarna makanan ke dalam gelas yang berisi air bening, bagian air yang pertama kali ditetesi tinta atau pewarna makanan biasanya memiliki konsentrasi yang lebih tinggi. Karena terdapat perbedaan konsentrasi maka molekul‐molekul tinta atau molekul‐molekul pewarna makanan menyebar ke seluruh bagian air yang memiliki konsentrasi rendah. Proses difusi akan terhenti setelah konsentrasi molekul tinta dalam semua bagian air sama.

Perlu diketahui bahwa proses difusi bisa dijelaskan menggunakan teori kinetik. Teori kinetik mengatakan bahwa setiap zat terdiri dari molekul‐molekul dan molekul‐molekul tersebut bergerak terus menerus secara acak. Untuk memahami hal ini, amati gambar di bawah. Semua bagian wadah penuh terisi air. Karena ditetesi tinta, maka air yang berada di permukaan wadah memiliki konsentrasi yang lebih tinggi daripada air yang ada di bagian dasar.

DifusiC1 adalah bagian silinder atau bagian air yang memiliki konsentrasi tinggi, sedangkan C2 adalah bagian silinder atau bagian air yang memiliki konsentrasi rendah. Untuk mempermudah analisis maka kita hanya meninjau gerakan molekul‐molekul tinta pada bagian tengah silinder.

Jumlah molekul‐molekul tinta pada C1 lebih banyak (konsentrasi tinggi) daripada molekul‐molekul tinta pada C2 (konsentrasi rendah). Karena molekul‐molekul tinta bergerak terus menerus secara acak, maka molekul‐molekul tinta yang berada di C1 mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk bergerak menuju bagian tengah silinder (Δx). Sebaliknya, jumlah molekul‐molekul tinta yang berada di C2 sangat sedikit sehingga mempunyai kemungkinan yang sangat kecil untuk bergerak menuju bagian tengah silinder (Δx). Dengan demikian, akan ada aliran total molekul‐molekul tinta dari C1 menuju C2. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli fisiologi yang bernama Adolf Fick (1829‐1901), ditemukan bahwa laju difusi berbanding lurus dengan perbedaan konsentrasi (C2 ‐ C1). Semakin besar perbedaan konsentrasi, semakin besar laju aliran molekul‐molekul zat. Sebaliknya semakin kecil perbedaan konsentrasi, semakin kecil laju aliran molekul‐molekul zat. Hal ini mungkin sesuai dengan dugaan kita bahwa perbedaan konsentrasi turut mempengaruhi laju aliran molekul‐molekul. Selain berpindah tempat dengan cara difusi, molekul‐molekul zat (khususnya zat gas) juga bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain menggunakan bantuan angin.

Penerapan Difusi dalam kehidupan sehari‐hari

Seandainya tidak ada difusi, pacar kesayangan tidak bisa menikmati harumnya parfummu. Tanpa difusi, aroma masakan ibu di dapur yang lezat dan mengundang selera juga tidak bisa membuyarkan lamunanmu dan pingin secepatnya menghabiskan santapan bergizi yang tersedia di meja makan 😉 Difusi juga memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, hewan, tumbuhan dll.

Tumbuh‐tumbuhan biasanya membutuhkan karbondioksida (CO2) untuk melakukan fotosintesis. Karena terdapat perbedaan konsentrasi CO2 antara bagian dalam daun dengan udara luar, maka molekul‐molekul CO2 berdifusi ke dalam daun melalui stomata. Sebaliknya, uap air dan oksigen berdifusi keluar. Selain tumbuhan, kucing, tikus dll juga bisa mati lemas jika tidak ada difusi. Kalau tumbuhan membutuhkan CO2 untuk melakukan fotosintesis, maka kucing, tikus dll membutuhkan oksigen untuk setiap reaksi yang menghasilkan energi. Agar bisa tiba di dalam sel‐sel maka molekul‐molekul oksigen bergerak dengan cara difusi.

Anda perlu masuk untuk melihat isi sepenuhnya. Silahkan . Bukan Member? Bergabung