13 Contoh Soal Gelombang
1. E nānā i ke kiʻi ma lalo nei!
Bila waktu yang ditempuh gelombang seperti pada gambar adalah 0,3 sekon maka periode gelombang tersebut adalah….
A. 0,2 kekona
B. 0,9 s
C. 2,0 kekona
D. 5,0 kekona
Pahana
Ua ʻike ʻia:
Waktu tempuh (t) = 0,3 sekon
Ua nīnau ʻia: Periode gelombang (T)
Pane:
Terdapat 3 bukit dan lembah gelombang sehinga waktu tempuh 1 bukit atau 1 lembah gelombang adalah 0,3 / 3 = 0,1 sekon
1 panjang gelombang mempunyai 1 bukit gelombang dan 1 lembah gelombang. Jadi waktu tempuh 1 panjang gelombang = periode gelombang = 2 x 0,1 sekon = 0,2 sekon.
ʻO A ka pane pololei.
2. Perhatikan gambar gelombang transversal berikut ini!
Cepat rambat gelombang transversal di atas adalah …
A. 2 m/s
B. 4 m/s
C. 6 m/s
D. 8 m/s
Pahana
Ua ʻike ʻia:
1 panjang gelombang mempunyai 1 bukit gelombang dan 1 lembah gelombang. Berdasarkan gambar di atas, 1 panjang gelombang (λ) berjarak 2 meter x 4 = 8 meter.
Selang waktu yang dibutuhkan untuk menempuh 1 panjang gelombang = periode gelombang (T) = 0,5 x 4 = 2 sekon
Ua nīnau ʻia: Cepat rambat gelombang transversal (v)
Pane:
Cepat rambat gelombang transversal :
v = s / t = λ / T = 8 meter / 2 sekon = 4 meter/sekon
ʻO ka pane pololei ʻo B.
3. Grafik berikut melukiskan pola tali pada suatu saat yang dilewati gelombang berjalan transversal. Jika posisi A dan posisi B terpisah sejauh 30 cm, maka cepat rambat gelombang tersebut adalah…..
A. 20 kenimika/kekona
B. 15 kenimika/kekona
C. 10 kenimika/s
D. 7,5 kenimika/kekona
Pahana
Ua ʻike ʻia:
Satu panjang gelombang mempunyai satu bukit gelombang dan satu lembah gelombang. Dari A ke B terdapat 3/4 panjang gelombang. Jika jarak antara A dan B adalah 30 cm maka jarak 1/4 panjang gelombang adalah 30 cm/3 = 10 cm. Jadi 1 panjang gelombang (λ) = 4 x 10 cm = 40 cm.
Berdasarkan gambar di atas, selang waktu (t) untuk menempuh 1 panjang gelombang adalah 4 sekon.
Ua nīnau ʻia: Ka wikiwiki o ka nalu (v)
Pane:
Rumus cepat rembat :
ʻIkepili:
v = cepat rambat, s = jarak, λ = panjang gelombang, t = waktu
Jadi cepat rambat gelombang adalah :
v = λ / t = 40 cm / 4 sekon = 10 cm / 1 sekon = 10 cm/sekon
ʻO C ka pane pololei.
4 Perhatikan grafik simpangan gelombang tehadap waktu pada gambar berikut! Jika jarak AB = 250 cm, maka cepat rambat gelombang tersebut adalah…
A. 100 kenimika/kekona
B. 125 kenimika/kekona
C. 400 kenimika/s
D. 500 kenimika/kekona
Pahana
Ua ʻike ʻia:
Jarak AB = 5/4 panjang gelombang = 250 cm.
1/4 panjang gelombang = 250 cm / 5 = 50 cm
1 panjang gelombang = 4/4 panjang gelombang = 4 x 50 cm = 200 cm
Selang waktu yang diperlukan untuk menempuh 1 panjang gelombang = 2 sekon
Ua nīnau ʻia: Ka wikiwiki o ka laha ʻana o ka nalu
Pane:
ʻO ke ʻano hana o ka wikiwiki o ka laha ʻana o ka nalu:
Keterangan : v = cepat rambat gelombang, s = jarak, λ = panjang gelombang, t = selang waktu
Ka wikiwiki o ka laha ʻana o ka nalu:
v = 200 cm / 2 sekon = 100 cm/sekon
ʻO A ka pane pololei.
5. Perhatikan gambar! Amplitude gelombang ditunjukkan oleh …
A. AC dan CE
B. AB’ dan D’E
C. BB’ dan DD’
D. B’C dan CD’
Pahana
Amplitudo gelombang adalah BB’ dan DD”.
ʻO C ka pane pololei.
6. Gelombang yang terdiri dari rapatan dan renggangan disebut gelombang …
A. transversal
B. elektromagnetik
C. longitudinal
D. mekanik
Pahana
Berdasarkan medium perambatan, gelombang terbagi menjadi dua jenis yakni gelombang mekanik a hiki gelombang elektromagnetik. Gelombang mekanik adalah gelombang yang membutuhkan medium untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lain, sedangkan gelombang elektromagnetik merupakan gelombang yang bisa berpindah tempat tanpa medium.
Gelombang mekanik terdiri dari dua jenis yakni nā nalu transverse a hiki gelombang longitudinal. Gelombang transversal adalah gelombang yang arah getaran medium tegak lurus dengan arah perambatan gelombang. Gelombang transversal mempunyai bukit dan lembah. Contoh gelombang transversal adalah gelombang air laut dan gelombang dawai.
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getaran mediumnya berhimpit dengan arah perambatan gelombang. Gelombang longitudinal mempunyai rapatan dan regangan. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi.
ʻO C ka pane pololei.
7. Tinggi nada suatu dawai semakin besar jika …
A. panjang kawat dawai diperbesar dan luas penampang dawai diperkecil
B. tegangan dan panjang dawai diperkecil
C. tegangan dan luas penampang dawai diperbesar
D. panjang dawai diperkecil dan tegangan dawai diperbesar
Pahana
ʻO ke ʻano hana no ka wikiwiki o ka laha ʻana o ka nalu ma luna o ke kaula:

ʻIkepili:
v = cepat rambat gelombang pada tali, F = gaya tegangan tali, μ = rapat massa tali = massa / satuan panjang tali (μ = m/L)
Dawai pada kebanyakan alat musik seperti gitar, biola dll mempunyai kedua ujung terikat. Dawai bisa menghasilkan bunyi dengan nada yang berbeda-beda karena terdapat gelombang berdiri pada dawai.
Rumus yang menyatakan hubungan antara panjang dawai (L), panjang gelombang (λ) a i ʻole frekuensi bunyi (f) yang dihasilkan dawai yang kedua ujungnya terikat adalah :


Berdasarkan persamaan 1 dan 2 disimpulkan bahwa frekuensi atau tinggi nada suatu dawai semakin besar apabila :
1. Panjang dawai diperkecil (L semakin kecil) —-> Persamaan 1
2. Gaya tegangan dawai diperbesar (F semakin besar) —-> Persamaan 2
ʻO D ka pane pololei.
8. Perhatikan gambar gelombang berikut ini! Panjang gelombangnya adalah …

A. 6 kenimika
B. 8 kenimika
C. 10 kenimika
D. 15 kenimika
Pahana
Terdapat 2,5 panjang gelombang (tiga bukit dan dua lembah) yang mempunyai panjang 15 cm karenanya panjang 1 panjang gelombang adalah 15 cm / 2,5 = 6 cm.
ʻO A ka pane pololei.
9. Gambar di bawah ini menunjukan jumlah gelombang tranversal sebanyak….
H. 1,5
B. 2,0
C. 2,5
D. 3,0
Pahana
Satu gelombang transversal mempunyai satu bukit dan satu lembah gelombang. Berdasarkan gambar di atas, terdapat 2,5 gelombang transversal.
ʻO C ka pane pololei.
10. Perhatikan gambar berikut ini! Satu panjang gelombang adalah …
A. a – g
B. a – d
C. c – g
D. c – f
Pahana
Satu panjang gelombang mempunyai satu bukit gelombang dan satu lembah gelombang.
Satu panjang gelombang = a-e = b-f = c-g
ʻO C ka pane pololei.
11. Satu gelombang yaitu …
A. A – B – C – D
B. A – B – C
C. A – C – D
D. A – B – C – D – A
Pahana
Satu gelombang atau satu panjang gelombang mempunyai satu bukit dan satu lembah. Berdasarkan gambar di atas, satu panjang gelombang adalah A-B-C dan B-C-D.
ʻO ka pane pololei ʻo B.
12. Seutas tali yang tipis disambung dengan tali yang lebih tebal, kemudian diikatkan pada tembok yang kokoh, seperti pada gambar. Jika pada salah satu ujung tali yang tipis diberi gangguan, maka terjadi perambatan gelombang ke arah kanan. Pada saat di A…
A. Sebagian gelombang diteruskan dan sebagian dipantulkan dengan fase yang sama dengan gelombang datang.
B. Semua gelombang diteruskan menuju B
C. Sebagian gelombang diteruskan dan sebagian dipantulkan
D. Semua gelombang dipantulkan
E. Panjang gelombang yang dipantulkan dan diteruskan sama
Pahana
Jawaban yang benar A.
13. Seseorang berteriak dengan keras di antara dua terbing tinggi. Beberapa saat kemudian orang tersebut mendengar dua bunyi pantul, pertama setelah 3 sekon dan berikutnya setelah 4 sekon dari ia berteriak. Cepat rambat bunyi di udara saat itu 340 m/s.
Jarak antara dua tebing tersebut adalah…
A. 170 m
B. 510 m
C. 1.190 m
D. 1.700 m
Pahana
Ua ʻike ʻia:
Ka wikiwiki o ke kani i ka lewa (v) = 340 m/s
Waktu 1 (t1) = 3 sekon / 2 = 1,5 sekon
Waktu 2 (t2) = 4 sekon / 2 = 2 sekon
Waktu total (t) = 1,5 sekon + 2 sekon = 3,5 sekon
Ua nīnau ʻia: Jarak antara dua tebing (s)
Pane:
v = s / t
s = vt = (340 m/s)(3,5 s) = 1.190 mika
ʻO C ka pane pololei.
Puna nīnau:
Nā Nīnau Hoʻokolohua ʻEpekema Lahui no ke Kula Kiʻekiʻe Haʻahaʻa/Kula Kiʻekiʻe ʻIslama
Nā Nīnau Physics SBMPTN