Contoh soal pembahasan Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

Contoh Soal Pembahasan Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

Pendahuluan
Struktur atom dan sistem periodik unsur adalah konsep fundamental dalam kimia yang menjadi dasar untuk memahami sifat dan perilaku berbagai elemen. Dalam artikel ini, kita akan membahas contoh-contoh soal yang berhubungan dengan struktur atom dan sistem periodik unsur, serta pembahasannya secara mendetail.

Struktur Atom

Contoh Soal 1: Konfigurasi Elektron
Soal: Tentukan konfigurasi elektron dari atom Kalsium (Ca) yang memiliki nomor atom 20.

Pembahasan:
Kalsium memiliki nomor atom 20, yang berarti ia memiliki 20 elektron. Untuk menentukan konfigurasi elektronnya, kita perlu mendistribusikan elektron-elektron tersebut berdasarkan prinsip Aufbau, yang mengisi orbital dari tingkat energi terendah ke tingkat energi yang lebih tinggi.

1. 1s^2 (2 elektron)
2. 2s^2 (2 elektron)
3. 2p^6 (6 elektron)
4. 3s^2 (2 elektron)
5. 3p^6 (6 elektron)
6. 4s^2 (2 elektron)

Jadi, konfigurasi elektron dari Kalsium (Ca) adalah 1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^6 4s^2.

Contoh Soal 2: Bilangan Kuantum
Soal: Tentukan nilai bilangan kuantum dari elektron terakhir pada atom Oksigen (O) yang memiliki nomor atom 8.

Pembahasan:
Oksigen memiliki nomor atom 8, sehingga konfigurasi elektronnya adalah:

BACA JUGA  Jari-jari Atom sebagai Sifat Keperiodikan Unsur

1s^2 2s^2 2p^4

Elektron terakhir dari oksigen berada pada orbital 2p. Kita perlu menentukan nilai bilangan kuantum dari elektron tersebut:

– Bilangan kuantum utama (n): 2 (karena berada di kulit kedua)
– Bilangan kuantum azimut (l): 1 (karena orbital p)
– Bilangan kuantum magnetik (m_l): -1, 0, +1 (orbit p dapat memiliki tiga orientasi)
– Bilangan kuantum spin (m_s): +1/2 atau -1/2 (elektron dapat memiliki dua orientasi spin)

Untuk elektron terakhir di 2p^4, elektronik diisi sesuai dengan aturan Hund, sehingga akan menempati salah satu dari orientasi m_l. Misalnya, untuk orientasi m_l = 0, bilangan kuantumnya:

– n = 2
– l = 1
– m_l = 0
– m_s = +1/2 atau -1/2 (tergantung pada spin elektron)

Sistem Periodik Unsur

Contoh Soal 3: Sifat Periodik Unsur
Soal: Bandingkan ukuran atom natrium (Na) dengan klorin (Cl) dan beri alasan perbedaan ukurannya.

Pembahasan:
Natrium dan klorin berada dalam periode yang sama (periode 3) tetapi dalam golongan yang berbeda:

– Na berada di golongan 1
– Cl berada di golongan 17

Ukuran atom (jari-jari atom) akan berkurang dari kiri ke kanan dalam satu periode karena peningkatan muatan inti (lebih banyak proton) mengakibatkan tarikan yang lebih kuat pada elektron di kulit yang sama. Ini menyebabkan kulit elektron ditarik lebih dekat ke inti.

BACA JUGA  Contoh soal pembahasan Klasiikasi Hidrokarbon

Sehingga, ukuran atom natrium (Na) lebih besar daripada klorin (Cl) karena Na berada lebih awal dalam periode tersebut. Dengan kata lain, elektron valensi Na lebih renggang daripada Cl, sehingga Na memiliki jari-jari atom yang lebih besar.

Contoh Soal 4: Nomor Oksidasi
Soal: Tentukan nomor oksidasi dari unsur sulfur dalam H2SO4.

Pembahasan:
Untuk menentukan nomor oksidasi sulfur dalam asam sulfat (H₂SO₄), kita ikuti aturan penentuan nomor oksidasi:

– Hidrogen (H) umumnya memiliki nomor oksidasi +1.
– Oksigen (O) umumnya memiliki nomor oksidasi -2.

Mari kita misalkan nomor oksidasi sulfur dalam H₂SO₄ adalah x. Maka sesuai aturan jumlah total nomor oksidasi dalam satu molekul harus sama dengan muatan total molekul (yang netral adalah 0):

Jumlah:

2(H) + 1(S) + 4(O) = 2(+1) + x + 4(-2) = 2 + x – 8 = 0

Menghitung x:

2 + x – 8 = 0
x – 6 = 0
x = +6

Jadi, nomor oksidasi sulfur (S) dalam H₂SO₄ adalah +6.

Reaktivitas Kimia

Contoh Soal 5: Kereaktivitas
Soal: Mengapa fluor (F) lebih reaktif dibandingkan dengan klorin (Cl)?

Pembahasan:
Reaktivitas halogen (golongan 17) cenderung menurun seiring meningkatnya nomor atom. Fluor lebih reaktif daripada klorin karena beberapa alasan terkait struktur atom:

BACA JUGA  Struktur Atom

1. Energi Ionisasi:
Fluor memiliki energi ionisasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan klorin. Ini berarti lebih mudah bagi atom fluor untuk menarik elektron dari atom lain.

2. Afinitas Elektron:
Fluor memiliki afinitas elektron yang sangat tinggi, yang berarti ia cenderung untuk mendapatkan elektron lebih mudah dibandingkan klorin.

3. Ukuran Atom:
Fluor memiliki ukuran atom yang lebih kecil dibandingkan klorin. Elektron valensi pada fluor berada lebih dekat dengan inti, sehingga tarikan elektrostatik terhadap elektron baru lebih besar.

Jadi, ketiga faktor ini bersama-sama meningkatkan kemampuan fluor untuk berinteraksi dengan zat lain, menjadikannya lebih reaktif dibandingkan dengan klorin.

Kesimpulan
Memahami struktur atom dan sistem periodik unsur sangat penting dalam kimia. Dalam artikel ini, kita telah membahas berbagai contoh soal bersama dengan pembahasannya secara mendetail. Termasuk di dalamnya konfigurasi elektron, bilangan kuantum, sifat periodik unsur, nomor oksidasi, dan reaktivitas kimia. Dengan pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep tersebut, kita dapat lebih memahami sifat dan perilaku berbagai unsur di alam semesta.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Ilmu Pengetahuan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca