Contoh soal Angka Penting

8 Contoh soal Angka Penting

1. Panjang tali yang diukur oleh seorang siswa adalah 0,20350 m. Jumlah angka penting hasil pengukuran tersebut adalah…
A. dua
B. tiga
C. empat
D. lima
E. enam

Pembahasan :
Jawaban yang benar adalah D. Yang termasuk angka penting adalah 2, 0, 3, 5, 0. Angka 0 yang terletak di depan koma bukan merupakan angka penting.

2. Hasil pengukuran panjang sebuah benda adalah 0,02030 m. Hasil pengukuran tersebut mempunyai angka penting sebanyak..
A. dua
B. tiga
C. empat
D. lima
E. enam

Pembahasan :
Jawaban yang benar adalah C. Yang termasuk angka penting adalah 2030. Angka 0 yang terletak di depan koma dan angka 0 yang terletak di depan angka 2, bukan merupakan angka penting.

3. Hasil pengukuran  panjang sebuah benda adalah 10,3 cm dan lebarnya adalah 6,5 cm. Luas benda tersebut mempunyai angka penting sebanyak …
A.  enam
B.  lima
C.  empat
D.  tiga
E.  dua

Pembahasan :
Jawaban yang benar adalah E.
10,3 mempunyai tiga angka penting, sedangkan 6,5 mempunyai dua angka penting. Angka penting paling sedikit adalah dua yang dimiliki oleh bilangan 6,5. Hasil perkalian 10,3 dan 6,5 harus mempunyai angka penting sebanyak dua angka penting (angka penting paling seidkit). 10,3 x 6,5 = 66,95 = 67.

4. Hasil pengukuran diameter sebuah lingkaran adalah 4,50 cm. Keliling lingkaran mempunyai angka penting sebanyak… (π = 3,14)
A. satu
B. dua
C. tiga
D. empat
E. lima

Pembahasan :
Jawaban yang benar adalah C.
Diameter lingkaran 4,50 cm, mempunyai tiga angka penting. Hasil perkalian harus mempunyai angka penting sebanyak tiga.

5. Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu lantai adalah 13,23 m dan 4,3 m. Menurut aturan angka penting, luas lantai tersebut adalah …
A. 56,889 m2
B. 56,89 m2
C. 56,9 m2
D. 56 m2
E. 57 m2

Pembahasan :
Jawaban yang benar adalah E.
Panjang mempunyai angka penting sebanyak empat (13,23) dan lebar mempunyai angka penting sebanyak dua (4,3). Sesuai aturan perkalian angka penting, hasil perkalian harus mempunyai angka penting sebanyak angka penting paling sedikit, yakni dua. 13,23 x 4,3 = 56,889. Hasil perkalian ini dibulatkan menjadi 57.

6. Suatu segi empat setelah diukur dengan menggunakan alat yang berbeda panjang 0,42 cm, lebar 0,5 cm. Maka luas segi empat tersebut dengan penulisan angka penting adalah … cm2
A. 0,41
B. 0,21
C. 0,20
D. 0,021
E. 0,2
Pembahasan
Diketahui :
Panjang = 0,42 cm
lebar = 0,5 cm
Ditanya : luas segi empat
Jawab :
Aturan hasil perkalian dan pembagian angka penting : hasil perkalian atau pembagian harus memiliki bilangan sebanyak bilangan dengan jumlah angka penting paling sedikit yang digunakan dalam perkalian atau pembagian tersebut. Contoh : 2,5 x 3,20 = 8,0 (dua angka penting).

Luas = panjang x lebar = (0,42 cm)(0,5 cm) = 0,21 cm2.
Berdasarkan aturan perkalian angka penting, dibulatkan menjadi 0,2 cm2.
Jawaban yang benar adalah E.

7. Hasil pengukuran panjang dan lebar sebidang tanah berbentuk empat persegi panjang adalah 15,35 m dan 12,5 m. Luas tanah menurut aturan angka penting adalah…..
A. 191,875 m2
B. 191,88 m2
C. 191,87 m2
D. 191,9 m2
E. 192 m2
Pembahasan
Diketahui : Panjang = 15,35 meter dan lebar = 12,5 meter
Ditanya : Luas menurut aturan angka penting ?
Jawab :
Aturan perkalian angka penting : hasil perkalian harus memiliki bilangan sebanyak bilangan dengan jumlah angka penting paling sedikit yang digunakan dalam perkalian tersebut.
15,35 mempunyai empat angka penting dan 12,5 mempunyai tiga angka penting. Angka penting paling sedikit adalah tiga, karenanya hasil perkalian harus mempunyai angka penting sebanyak tiga.
Jawaban yang benar adalah E.

8. Panjang sebuah benda diukur dengan menggunakan mikrometer dan terbaca nilai sebesar 15,08 mm. Bilangan penting dan jumlah angka penting hasil pengukuran itu berturut-turut adalah ….

  1. 15,08 mm dan 3 angka penting
  2. 1,508 mm dan 4 angka penting
  3. 15,08 mm dan 4 angka penting
  4. 1,508 mm dan 3 angka penting

Pembahasan
Bilangan penting = 15,08 milimeter
Jumlah angka penting = 4
Jawaban yang benar adalah C.

 

Sumber soal:

Soal UN Fisika SMA/MA

Alexsander San Lohat

Sarjana Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Guru Fisika di SMAN 2 Nubatukan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.