Cara membuat pupuk cair organik sendiri

Cara Membuat Pupuk Cair Organik Sendiri

1. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan, antara lain:
– Sisa-sisa makanan organik seperti kulit buah, sayuran, daun jati, dan pelepah jagung
– Air bersih
– Tepung gula

2. Potong-potong sisa makanan organik menjadi ukuran kecil agar lebih mudah terurai.

3. Masukkan potongan-potongan sisa makanan organik ke dalam wadah berukuran besar.

4. Tambahkan air bersih ke dalam wadah hingga semua bahan terendam.

5. Lumatkan tepung gula dengan sedikit air hingga membentuk larutan gula yang encer.

6. Tambahkan larutan gula ke dalam wadah dengan campuran sisa makanan organik tadi.

7. Aduk rata semua bahan yang ada di dalam wadah.

8. Tutup wadah rapat dengan penutup berpori atau pembungkus plastik yang dilubangi untuk memberikan sirkulasi udara.

9. Simpan wadah di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari direct.

10. Aduk campuran setiap beberapa hari sekali untuk mempercepat fermentasi.

11. Setelah 4-6 minggu, campuran akan menghasilkan aroma yang khas dan siap untuk digunakan.

12. Saring campuran menggunakan kain kasa atau saringan untuk memisahkan cairannya dari sisa-sisa makanan organik yang belum terurai.

13. Cairan yang sudah disaring adalah pupuk cair organik yang bisa langsung digunakan.

14. Untuk menggunakannya, campurkan 1 bagian pupuk cair dengan 10 bagian air.

15. Siramkan pupuk cair organik ke tanaman secara merata.

16. Ulangi proses pembuatan pupuk cair organik ketika campuran menghabiskan waktu sekitar 4-6 minggu untuk menghasilkan stok pupuk yang cukup.

17. Hindari menggunakan wadah yang terbuat dari logam atau plastik yang tidak tahan terhadap zat asam karena dapat merusak campuran.

18. Pastikan tidak ada sisa-sisa bahan makanan organik dalam campuran karena dapat menarik hama.

READ  Membangun komunitas petani muda

19. Gunakan pupuk cair organik dengan bijak sesuai dengan kebutuhan tanaman.

20. Selamat mencoba membuat pupuk cair organik sendiri!

Pertanyaan dan Jawaban mengenai Cara Membuat Pupuk Cair Organik Sendiri

1. Apa itu pupuk cair organik?
Pupuk cair organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makanan organik yang telah difermentasi menjadi cairan yang mengandung nutrisi bagi tanaman.

2. Mengapa kita harus menggunakan pupuk cair organik?
Pupuk cair organik mengandung nutrisi alami yang dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

3. Apa bahan utama dalam membuat pupuk cair organik?
Bahan utama dalam membuat pupuk cair organik adalah sisa-sisa makanan organik seperti kulit buah, sayuran, daun jati, dan pelepah jagung.

4. Mengapa sisa-sisa makanan organik harus dipotong kecil-kecil?
Sisa-sisa makanan organik yang dipotong kecil-kecil akan lebih mudah terurai dan mempercepat proses fermentasi.

5. Apa fungsi larutan gula dalam pembuatan pupuk cair organik?
Larutan gula membantu mempercepat proses fermentasi dan memperoleh mikroorganisme yang baik dalam pupuk.

6. Berapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk membuat pupuk cair organik?
Proses pembuatan pupuk cair organik memakan waktu sekitar 4-6 minggu.

7. Bagaimana cara mengetahui bahwa campuran sudah siap digunakan?
Campuran yang sudah siap digunakan akan mengeluarkan aroma yang khas dan tidak berbau busuk.

8. Mengapa pupuk cair organik harus disaring setelah difermentasi?
Proses penyaringan dilakukan untuk memisahkan cairan dari sisa-sisa makanan organik yang belum terurai.

9. Apa rasio campuran air dan pupuk cair organik yang sebaiknya digunakan?
Rasio ideal adalah 1 bagian pupuk cair organik dengan 10 bagian air.

10. Apa yang harus dilakukan dengan sisa-sisa makanan organik yang belum terurai setelah penyaringan?
Sisa-sisa makanan organik yang belum terurai dapat dikomposkan atau digunakan sebagai bahan mulsa untuk memperkaya tanah.

READ  Keuntungan dan risiko peternakan organik

11. Bagaimana cara menyimpan pupuk cair organik yang sudah jadi?
Pupuk cair organik yang sudah jadi harus disimpan di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.

12. Apakah pupuk cair organik dapat menarik hama?
Ya, jika ada sisa-sisa makanan organik dalam campuran, pupuk cair organik dapat menarik hama, jadi pastikan tidak ada sisa-sisa tersebut dalam campuran.

13. Bisakah pupuk cair organik digunakan untuk semua jenis tanaman?
Ya, pupuk cair organik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman, baik di kebun, taman, atau dalam pot.

14. Seberapa sering harus menggunakan pupuk cair organik?
Penggunaan pupuk cair organik bergantung pada jenis tanaman dan kebutuhan nutrisi, namun umumnya penggunaannya dapat dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.

15. Apakah pupuk cair organik aman untuk lingkungan?
Ya, pupuk cair organik aman untuk lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya dan tidak menyebabkan pencemaran tanah dan air.

16. Dapatkah pupuk cair organik digunakan bersamaan dengan pupuk kimia?
Pupuk cair organik dapat digunakan bersamaan dengan pupuk kimia, namun sebaiknya diberikan secara bergantian untuk mendapatkan manfaat dari keduanya.

17. Apa keuntungan menggunakan pupuk cair organik dibandingkan pupuk kimia?
Keuntungan menggunakan pupuk cair organik adalah memperbaiki struktur tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, aman bagi lingkungan, dan tidak meninggalkan residu kimia pada tanaman.

18. Apakah pupuk cair organik lebih mahal dibandingkan pupuk kimia?
Harga pupuk cair organik dapat bervariasi, namun umumnya memang lebih mahal dibandingkan pupuk kimia karena proses produksi yang lebih rumit dan bahan baku organik yang diperlukan.

19. Bisakah pupuk cair organik diproduksi secara mandiri di rumah?
Ya, pupuk cair organik dapat diproduksi secara mandiri di rumah dengan menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita.

READ  Teknik budidaya mangga arumanis

20. Apa manfaat menggunakan pupuk cair organik bagi tanaman?
Pupuk cair organik memberikan nutrisi alami yang dibutuhkan oleh tanaman, memperbaiki keberlanjutan tanah, meningkatkan pertumbuhan akar, dan memberikan hasil panen yang lebih baik.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari PERTANIAN

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca