Contoh soal larutan elektrolit dan non elektrolit

  1. Mengapa larutan NaCl bersifat elektrolit? Karena NaCl dapat terionisasi dalam air membentuk ion Na⁺ dan Cl⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.

  2. Mengapa larutan gula (C₆H₁₂O₆) bersifat non-elektrolit? Karena gula tidak dapat terionisasi dalam air dan tidak membentuk ion yang dapat menghantarkan arus listrik.
  3. Mengapa larutan HCl bersifat elektrolit kuat? Karena HCl dapat terionisasi secara sempurna dalam air membentuk ion H⁺ dan Cl⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  4. Mengapa larutan CH₃COOH bersifat elektrolit lemah? Karena CH₃COOH hanya terionisasi sebagian dalam air membentuk ion CH₃COO⁻ dan H⁺ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  5. Apa yang menyebabkan larutan NH₄OH bersifat elektrolit lemah? Karena NH₄OH hanya terionisasi sebagian dalam air membentuk ion NH₄⁺ dan OH⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  6. Apa yang membuat larutan H₂SO₄ bersifat elektrolit kuat? Karena H₂SO₄ dapat terionisasi secara sempurna dalam air membentuk ion H⁺ dan SO₄²⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  7. Mengapa larutan KBr bersifat elektrolit? Karena KBr dapat terionisasi dalam air membentuk ion K⁺ dan Br⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  8. Mengapa larutan glukosa (C₆H₁₂O₆) bersifat non-elektrolit? Karena glukosa tidak dapat terionisasi dalam air dan tidak membentuk ion yang dapat menghantarkan arus listrik.
  9. Mengapa larutan NaOH bersifat elektrolit kuat? Karena NaOH dapat terionisasi secara sempurna dalam air membentuk ion Na⁺ dan OH⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  10. Mengapa larutan HF bersifat elektrolit lemah? Karena HF hanya terionisasi sebagian dalam air membentuk ion H⁺ dan F⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  11. Apa yang menyebabkan larutan NH₃ bersifat elektrolit lemah? Karena NH₃ hanya terionisasi sebagian dalam air membentuk ion NH₄⁺ dan OH⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  12. Apa yang membuat larutan HNO₃ bersifat elektrolit kuat? Karena HNO₃ dapat terionisasi secara sempurna dalam air membentuk ion H⁺ dan NO₃⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  13. Mengapa larutan CaCl₂ bersifat elektrolit? Karena CaCl₂ dapat terionisasi dalam air membentuk ion Ca²⁺ dan Cl⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  14. Mengapa larutan sukrosa (C₁₂H₂₂O₁₁) bersifat non-elektrolit? Karena sukrosa tidak dapat terionisasi dalam air dan tidak membentuk ion yang dapat menghantarkan arus listrik.
  15. Mengapa larutan Ba(OH)₂ bersifat elektrolit kuat? Karena Ba(OH)₂ dapat terionisasi secara sempurna dalam air membentuk ion Ba²⁺ dan OH⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  16. Mengapa larutan H₂CO₃ bersifat elektrolit lemah? Karena H₂CO₃ hanya terionisasi sebagian dalam air membentuk ion H⁺ dan HCO₃⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  17. Apa yang menyebabkan larutan CH₃NH₂ bersifat elektrolit lemah? Karena CH₃NH₂ hanya terionisasi sebagian dalam air membentuk ion CH₃NH₃⁺ dan OH⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  18. Apa yang membuat larutan KOH bersifat elektrolit kuat? Karena KOH dapat terionisasi secara sempurna dalam air membentuk ion K⁺ dan OH⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  19. Mengapa larutan MgSO₄ bersifat elektrolit? Karena MgSO₄ dapat terionisasi dalam air membentuk ion Mg²⁺ dan SO₄²⁻ yang dapat menghantarkan arus listrik.
  20. Mengapa larutan etanol (C₂H₅OH) bersifat non-elektrolit? Karena etanol tidak dapat terionisasi dalam air dan tidak membentuk ion yang dapat menghantarkan arus listrik.

Print Friendly, PDF & Email