Mekanisme terjadinya pasang surut

Mekanisme Terjadinya Pasang Surut

Pasang surut adalah fenomena alam yang terjadi di permukaan bumi, utamanya disebabkan oleh pengaruh gravitasi bulan dan matahari. Pasang surut memainkan peran penting dalam banyak aspek kehidupan di bumi, termasuk dalam ekosistem kelautan dan aktivitas manusia di wilayah pesisir. Untuk memahami mekanisme terjadinya pasang surut, penting untuk membahas dasar-dasar fisika di balik fenomena ini, peran gravitasi bulan dan matahari, serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi ilmuwan dalam memprediksi dan memanfaatkan pasang surut.

Dasar Fisika Pasang Surut

Pasang surut merupakan gerakan naik dan turunnya permukaan air laut yang terjadi secara periodik. Naiknya air laut disebut pasang, sementara turunnya air laut disebut surut. Periode ini sering kali terjadi dua kali dalam sehari karena pengaruh gravitasi dari bulan dan matahari. Gravitasi tidak hanya menarik benda di permukaan bumi tetapi juga mampu menarik massa air, yang menyebabkan perubahan ketinggian air laut.

Dasar fisika dari fenomena ini melibatkan gaya gravitasi dan gaya sentrifugal dari rotasi bumi. Gravitasi bulan terutama bertanggung jawab atas sebagian besar pasang surut yang kita lihat sehari-hari. Karena bulan lebih dekat ke bumi daripada matahari, gaya gravitasi bulan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap terjadinya pasang surut meskipun massa matahari jauh lebih besar.

Pengaruh Gravitasi Bulan

Gravitasi bulan mempengaruhi permukaan bumi secara langsung. Bumi dan bulan saling berotasi di sekitar barycenter, titik massa pusat gravitasi antara dua benda. Ketika bulan berada di atas salah satu sisi bumi, gravitasi bulan menarik massa air di sisi bumi tersebut ke arahnya, menciptakan tonjolan air yang kita kenal sebagai pasang tinggi. Pada saat yang sama, sisi bumi yang berlawanan dari bulan juga mengalami tonjolan air yang disebabkan oleh gaya sentrifugal yang bekerja di sisi tersebut.

READ  Manajemen sumber daya perikanan berkelanjutan

Secara umum, bulan menyebabkan dua pasang tinggi dan dua pasang rendah setiap hari. Siklus ini dikenal sebagai pasang semi-diurnal. Interval antara dua pasang tinggi atau dua pasang rendah kira-kira sekitar 12 jam 25 menit, sesuai dengan periode orbit bulan.

Pengaruh Gravitasi Matahari

Matahari juga mempengaruhi pasang surut dengan cara yang mirip, meskipun pengaruhnya lebih kecil dibandingkan dengan bulan. Ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus – sebuah fenomena yang terjadi selama bulan purnama dan bulan baru – gravitasi dari kedua benda langit ini bergabung untuk menciptakan pasang sangat tinggi dan pasang sangat rendah yang dikenal sebagai pasang perbani (spring tide).

Sebaliknya, ketika bulan berada pada sudut siku-siku terhadap matahari relatif terhadap bumi, gravitasi dari kedua benda ini bekerja secara bertentangan dan mengurangi efeknya, menghasilkan pasang rendah yang dikenal sebagai pasang neap (neap tide). Pola ini terjadi kira-kira setiap dua minggu, salah satu selama fase kuartal pertama bulan dan satunya lagi selama fase kuartal ketiga.

Faktor-Faktor Lain yang Mempengaruhi Pasang Surut

Selain pengaruh gravitasi bulan dan matahari, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi variasi dalam tinggi dan waktu terjadinya pasang surut termasuk bentuk garis pantai, topografi dasar laut, arus lokal, dan angin.

1. Bentuk Garis Pantai: Bentuk wilayah pesisir dan muara sungai dapat memperkuat atau memperlemah tinggi pasang surut. Di beberapa tempat, seperti teluk dan estuari, pasang surut dapat menjadi lebih ekstrem karena bentuk geografis yang menyempit.

2. Topografi Dasar Laut: Kedalaman dan struktur dasar laut juga memainkan peran penting dalam memodifikasi pola pasang surut. Laut yang dangkal dapat mempercepat atau memperlambat kecepatan distribusi gelombang pasang surut.

READ  Gejala El Nino dan dampaknya terhadap laut

3. Arus Lokal dan Angin: Arus laut dan angin di permukaan laut bisa mempengaruhi distribusi air dan menyebabkan variasi dalam ketinggian pasang surut. Angin yang kuat dapat menimbulkan “storm surge”, yaitu kenaikan luar biasa dalam tinggi air akibat angin yang kuat dan perubahan tekanan atmosfer.

Metode Pengukuran dan Prediksi Pasang Surut

Pentingnya memahami mekanisme pasang surut memaksa ilmuwan dan peneliti untuk mengembangkan metode pengukuran dan prediksi yang akurat. Pengukuran tinggi air dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut tide gauge, yang memonitor perubahan ketinggian air laut secara terus-menerus. Data dari alat ini kemudian dikumpulkan dan dianalisis untuk memahami pola pasang surut di suatu lokasi tertentu.

Model matematika dan komputer juga digunakan untuk memprediksi pasang surut berdasarkan data historis dan parameter fisik lainnya. Model ini mempertimbangkan berbagai faktor seperti posisi bulan dan matahari, rotasi dan orbit bumi, serta pengaruh dari faktor lokal seperti bentuk garis pantai dan topografi dasar laut.

Dampak Pasang Surut Terhadap Kehidupan

Pasang surut memiliki berbagai dampak signifikan terhadap kehidupan dan aktivitas manusia di wilayah pesisir. Beberapa di antaranya termasuk:

1. Ekosistem Laut: Pasang surut memainkan peranan penting dalam ekosistem laut dengan mempengaruhi distribusi nutrisi, oksigen, dan habitat dari berbagai organisme laut. Wilayah pesisir yang terkena pasang surut menjadi situs yang kaya akan biodiversitas.

2. Perikanan dan Akuakultur: Pengetahuan tentang pasang surut penting bagi industri perikanan dan akuakultur. Nelayan memanfaatkan pengetahuan ini untuk menentukan waktu terbaik untuk menangkap ikan atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya laut.

3. Transportasi Maritim: Pasang surut mempengaruhi navigasi dan keselamatan transportasi maritim. Pelabuhan dan jalur pelayaran harus mempertimbangkan pasang surut untuk memastikan kapal dapat masuk dan keluar dengan aman.

READ  Efek gelombang laut terhadap pantai

4. Erosi Pesisir dan Pengelolaan Lingkungan: Tinggi rendahnya pasang surut juga mempengaruhi tingkat erosi di wilayah pesisir. Pemahaman yang baik akan pola pasang surut dapat membantu dalam membuat rencana pengelolaan lingkungan yang efektif untuk mengurangi dampak negatif erosi dan melindungi habitat pesisir.

Kesimpulan

Pasang surut adalah fenomena alam yang kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang utamanya adalah gravitasi bulan dan matahari. Pengetahuan tentang mekanisme pasang surut sangat penting untuk berbagai aktivitas manusia di wilayah pesisir, serta untuk pemahaman dan pelestarian ekosistem laut yang kaya dan beragam. Dengan terus berkembangnya teknologi dan metode penelitian, pemahaman kita tentang pasang surut akan semakin mendalam, sehingga kita bisa lebih baik dalam memanfaatkan, melindungi, dan mengelola sumber daya laut kita secara berkelanjutan.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan komentar

Eksplorasi konten lain dari KELAUTAN

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca