Perbedaan antara crown dan bridge

Perbedaan antara Crown dan Bridge dalam Pemulihan Gigi

Salah satu solusi umum dalam pemulihan gigi yang rusak atau hilang adalah dengan menggunakan dental crown dan dental bridge. Meskipun keduanya digunakan untuk memperbaiki kerusakan gigi, ada perbedaan penting antara crown dan bridge. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan dan memberikan 20 pertanyaan dan jawaban untuk memahaminya lebih lanjut.

1. Apa itu Crown?
Crown, atau mahkota gigi, adalah restorasi gigi yang menutupi bagian atas dan samping gigi yang rusak atau lemah. Crown akan melindungi dan mengembalikan bentuk, ukuran, dan fungsi gigi asli.

2. Apa itu Bridge?
Bridge, atau jembatan gigi, adalah restorasi yang digunakan untuk mengisi ruang yang kosong antara dua gigi yang hilang. Bridge terdiri dari gigi palsu yang disangga oleh gigi asli di kedua ujungnya.

3. Apa batasan Crown?
Crown tidak bisa digunakan jika akar gigi terlalu rusak atau gagal. Dalam kasus ini, ekstraksi gigi dan pemasangan implant mungkin diperlukan.

4. Apa batasan Bridge?
Bridge tidak bisa digunakan jika gigi di salah satu ujungnya tidak sehat atau tidak memadai untuk menopang gigi palsu. Jika hal ini terjadi, implat gigi mungkin diperlukan.

5. Bagaimana proses pemasangan Crown?
Proses pemasangan crown melibatkan penghilangan sedikit bagian gigi asli untuk memberikan tempat bagi crown yang baru. Kemudian, cetakan gigi dilakukan untuk memastikan crown yang presisi sebelum dipasang.

6. Bagaimana proses pemasangan Bridge?
Pemasangan bridge melibatkan pemotongan sedikit bagian dari gigi-gigi sehat yang berdekatan dengan gigi palsu. Setelah itu, cetakan dibuat dan bridge akan dibuat sesuai dengan cetakan tersebut.

7. Apa bahan yang digunakan untuk crown?
Crown dapat terbuat dari keramik, logam, porselen, atau campuran bahan-bahan ini.

READ  Metode pengobatan pulpitis

8. Apa bahan yang digunakan untuk bridge?
Bridge umumnya terbuat dari kombinasi logam dan porselen atau sepenuhnya porselen.

9. Berapa lama umur pakai Crown?
Crown dapat bertahan selama 10 hingga 15 tahun atau lebih, tergantung pada perawatan dan kondisi gigi asli yang mendasarinya.

10. Berapa lama umur pakai Bridge?
Bridge dapat bertahan antara 5 hingga 15 tahun, tergantung pada perawatan dan kondisi gigi asli yang mendasarinya.

11. Apakah Crown dan Bridge bisa dilepas?
Crown adalah restorasi permanen yang tidak bisa dilepas. Bridge juga permanen, tetapi mungkin bisa dilepas oleh dokter gigi jika perlu.

12. Apakah perawatan khusus diperlukan untuk Crown dan Bridge?
Perawatan yang baik seperti menggosok gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, dan kunjungan rutin ke dokter gigi diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan crown dan bridge.

13. Dapatkah Crown atau Bridge rusak?
Crown dan bridge bisa rusak jika terkena tekanan berlebih atau kekuatan gigitan yang berlebihan. Mencegah kebiasaan menggigit benda yang keras dapat membantu mencegah kerusakan.

14. Berapa biaya pemasangan Crown?
Biaya pemasangan crown bervariasi tergantung pada bahan yang digunakan, jumlah gigi yang akan diberi crown, dan lokasi praktek dokter gigi.

15. Berapa biaya pemasangan Bridge?
Biaya pemasangan bridge juga bervariasi tergantung pada jumlah gigi yang hilang, bahan yang digunakan, dan lokasi praktek dokter gigi.

16. Apakah Crown dan Bridge dilindungi oleh asuransi gigi?
Banyak asuransi gigi menawarkan perlindungan terhadap biaya pemasangan crown dan bridge, tetapi cakupan dan kebijakannya dapat berbeda. Penting untuk memeriksa dengan rinci kebijakan asuransi Anda.

17. Apakah Crown dan Bridge bisa ditanamkan di gigi palsu?
Tidak, crown dan bridge biasanya hanya diterapkan pada gigi asli yang masih hidup. Namun, implan gigi juga dapat digunakan sebagai pengganti gigi yang hilang secara permanen.

READ  Cara mengatasi dry socket

18. Apakah Crown atau Bridge terasa nyaman?
Crown dan bridge yang dipasang dengan benar harus terasa nyaman dan terlihat alami di mulut.

19. Apakah proses pemasangan Crown atau Bridge terasa sakit?
Proses pemasangan crown dan bridge umumnya dilakukan dengan anestesi lokal, yang mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan selama prosedur.

20. Apakah ada risiko infeksi setelah pemasangan Crown atau Bridge?
Risiko infeksi setelah pemasangan crown atau bridge sangat minim jika perawatan yang tepat diikuti, termasuk menjaga kebersihan mulut, menggosok gigi secara teratur, dan menghindari makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin.

Dalam kesimpulan, crown digunakan untuk memperbaiki gigi yang rusak, sementara bridge digunakan untuk mengisi ruang antara gigi yang hilang. Perbedaan dalam proses pemasangan, bahan yang digunakan, biaya, dan umur pakai membuat kedua solusi ini unik dalam pemulihan gigi. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi profesional untuk menentukan perawatan terbaik untuk kondisi gigi Anda.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari KEDOKTERAN GIGI

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca