skalara produkto

Vektor bukan bilangan biasa sehingga perkalian biasa tidak bisa langsung digunakan pada vektor. Kita harus menggunakan perkalian vektor. Perkalian vektor terdiri dari dua jenis yaitu perkalian titik dan perkalian silang. Perkalian titik disebut juga perkalian skalar karena menghasilkan besaran skalar. Perkalian silang disebut juga perkalian vektor karena menghasilkan besaran vektor. Misalnya terdapat dua vektor, yakni A dan B. Perkalian skalar dari vektor A dan B dinyatakan dengan A.B. Karena menggunakan notasi titik maka perkalian ini dinamakan skalara produkto. Perkalian vektor dari A dan B dinyatakan dengan A x B. Karena menggunakan notasi x, maka perkalian ini disebut perkalian silang.

Misalnya diketahui vektor A dan B sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Perkalian titik antara vektor A dan B dituliskan sebagai AB (A titik B).

Perkalian titik 1Untuk mendefinisikan perkalian titik dari vektor A dan B (A.B), digambarkan vektor A dan vektor B yang membentuk sudut θ. Selanjutnya kita gambarkan proyeksi dari vektor B terhadap arah vektor A. Proyeksi ini adalah komponen dari vektor B yang sejajar dengan vektor A, yang besarnya sama dengan B cos θ.

LEGU ANKAŬ  Internaciaj unuoj

Perkalian titik 2Dengan demikian, kita definisikan AB sebagai besar vektor A yang dikalikan dengan komponen vektor B yang sejajar dengan A. Secara matematis dapat kita tulis sebagai berikut :

Perkalian titik 3

AB cos θ merupakan bilangan biasa (skalar). Karenanya perkalian titik disebut juga perkalian skalar. Bagaimana jika perkalian titik antara vektor A dan B dibalik menjadi BA ? sebelum kita definisikan BA, terlebih dahulu kita gambarkan proyeksi dari vektor A terhadap vektor B (lihat gambar di bawah).

Perkalian titik 4Berdasarkan gambar ini, kita dapat mendefinisikan BA sebagai besar vektor B yang dikalikan dengan komponen vektor A yang sejajar dengan B. Secara matematis dapat kita tulis sebagai berikut :

Perkalian titik 5

Hasil perkalian titik AB = AB cos θ dan hasil perkalian titik BA = BA cos θ. Karena AB cos θ = BA cos θ, maka berlaku AB = BA

LEGU ANKAŬ  Cirkvita Resonanco

Beberapa hal dalam perkalian titik yang perlu anda ketahui :

1.    Perkalian titik memenuhi hukum komutatif

AB = BA

2.    Perkalian titik memenuhi hukum distributif

A. (B + C) = A.B + A.C

3.    Jika vektor A dan B saling tegak lurus, maka hasil perkalian titik AB = 0

Ketika vektor A dan B saling tegak lurus, maka sudut yang dibentuk adalah 90oKos 90o = 0. Dengan demikian : AB = AB cos onklino = AB kosto 90o = 0. Sebaliknya, BA = BA cos onklino = BA kosto 90o = 0

4.    Jika vektor A dan vektor B searah, do AB = AB kosto 0o = AB

Ketika vektor A dan B searah, maka sudut yang dibentuk adalah 0o. Cos 0 = 1. Dengan demikian, AB = AB cos onklino = AB kosto 0o = AB. Sebaliknya BA = BA cos onklino = BA kosto 0o = BA

(Anda jangan bingung dengan AB dan BAGranda AB = besar BA. Misalnya besar vektor A = 2. besar vektor B = 3. maka AB = 2.3 = 6; ini sama saja dengan BA = 3.2 = 6.

LEGU ANKAŬ  Ekzemplaj Demandoj pri Fotoelektra Efiko

5. Syarat lain dari dua vektor yang searah, jika A = B maka diperoleh AA = A2BB = B2

6. Jika vektor A dan B berlawanan arah (ketika dua vektor berlawanan arah maka sudut yang dibentuk adalah 180º), maka hasil perkalian AB = AB cos 180º = AB (-1) = -AB.

Cos 180º = -1.

Ekzemplo de problemoj:

Sebuah vektor A memiliki besar 4 satuan dan vektor B memiliki 3 satuan. Tentukan hasil perkalian titik dari kedua vektor jika sudut yang dibentuk oleh kedua vektor adalah 60º, 90º dan 180o

Diskuto

Ĉar AB = BA maka kita bisa memilih menggunakan salah satu. Misalnya kita menggunakan AB

AB = AB cos onklino

Granda A = 4 satuan dan besar B = 3 satuan.

Lasi komenton