Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Laporan keuangan adalah salah satu dokumen penting yang dihasilkan oleh perusahaan. Laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah laporan yang memberikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan, termasuk pendapatan, biaya, dan laba yang dihasilkan dalam periode tertentu. Berikut adalah contoh laporan keuangan perusahaan manufaktur.

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur ABC

Tanggal: 31 Desember 2021

1. Pendapatan Usaha
Penjualan Barang A: Rp 500.000.000
Penjualan Barang B: Rp 300.000.000
Total Pendapatan Usaha: Rp 800.000.000

2. Harga Pokok Penjualan
Persediaan Awal: Rp 100.000.000
Pembelian Bahan Baku: Rp 300.000.000
Persediaan Akhir: Rp 150.000.000
Biaya Tenaga Kerja: Rp 200.000.000
Biaya Overhead Pabrik: Rp 100.000.000
Total Harga Pokok Penjualan: Rp 650.000.000

3. Laba Kotor
Pendapatan Usaha – Harga Pokok Penjualan
= Rp 800.000.000 – Rp 650.000.000
= Rp 150.000.000

4. Beban Operasional
Biaya Administrasi: Rp 50.000.000
Biaya Penjualan: Rp 30.000.000
Total Beban Operasional: Rp 80.000.000

5. Laba Operasi
Laba Kotor – Beban Operasional
= Rp 150.000.000 – Rp 80.000.000
= Rp 70.000.000

6. Pendapatan Lain-Lain
Bunga Bank: Rp 10.000.000
Laba Selisih Kurs: Rp 5.000.000
Total Pendapatan Lain-Lain: Rp 15.000.000

7. Beban Lain-Lain
Beban Bunga: Rp 8.000.000
Total Beban Lain-Lain: Rp 8.000.000

8. Laba Sebelum Pajak
Laba Operasi + Pendapatan Lain-Lain – Beban Lain-Lain
= Rp 70.000.000 + Rp 15.000.000 – Rp 8.000.000
= Rp 77.000.000

9. Pajak Penghasilan
Rp 20.000.000

10. Laba Bersih
Laba Sebelum Pajak – Pajak Penghasilan
= Rp 77.000.000 – Rp 20.000.000
= Rp 57.000.000

11. Laba Tahun Berjalan
Rp 57.000.000

12. Penghasilan Tahun Lalu
Rp 40.000.000

13. Laba Ditahan
Laba Tahun Berjalan + Penghasilan Tahun Lalu
= Rp 57.000.000 + Rp 40.000.000
= Rp 97.000.000

14. Laba yang Dibagikan
Rp 30.000.000

15. Laba Ditahan Berjalan
Laba Ditahan – Laba yang Dibagikan
= Rp 97.000.000 – Rp 30.000.000
= Rp 67.000.000

16. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba Bersih: Rp 57.000.000
Depresiasi: Rp 10.000.000
Perubahan dalam Persediaan: Rp 50.000.000
Perubahan dalam Piutang Usaha: Rp 20.000.000
Perubahan dalam Hutang Usaha: Rp 30.000.000
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi: Rp 167.000.000

17. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penjualan Aset Tetap: Rp 50.000.000
Pembelian Aset Tetap: Rp 30.000.000
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi: Rp 20.000.000

18. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan Pinjaman: Rp 100.000.000
Pembayaran Dividen: Rp 30.000.000
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan: Rp 70.000.000

19. Kenaikan Bersih Kas
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi + Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi + Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan
= Rp 167.000.000 + Rp 20.000.000 + Rp 70.000.000
= Rp 257.000.000

20. Saldo Kas Awal
Rp 100.000.000

21. Saldo Kas Akhir
Saldo Kas Awal + Kenaikan Bersih Kas
= Rp 100.000.000 + Rp 257.000.000
= Rp 357.000.000

Pertanyaan dan Jawaban mengenai Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur:

1. Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah laporan yang memberikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan manufaktur, termasuk pendapatan, biaya, dan laba yang dihasilkan dalam periode tertentu.

2. Apa saja unsur-unsur dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Unsur-unsur dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur antara lain pendapatan usaha, harga pokok penjualan, laba kotor, beban operasional, laba operasi, pendapatan lain-lain, beban lain-lain, laba sebelum pajak, pajak penghasilan, laba bersih, laba tahun berjalan, laba ditahan, laba yang dibagikan, laba ditahan berjalan, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, arus kas dari aktivitas pendanaan, kenaikan bersih kas, saldo kas awal, dan saldo kas akhir.

3. Apa yang dimaksud dengan pendapatan usaha dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Pendapatan usaha adalah jumlah total pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan dari penjualan barang atau jasa dalam periode tertentu.

4. Bagaimana menghitung laba kotor dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Laba kotor dapat dihitung dengan mengurangi harga pokok penjualan dari pendapatan usaha.

5. Apa yang dimaksud dengan beban operasional dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Beban operasional adalah biaya-biaya yang terjadi dalam menjalankan operasional perusahaan, seperti biaya administrasi dan biaya penjualan.

6. Bagaimana menghitung laba operasi dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Laba operasi dapat dihitung dengan mengurangi beban operasional dari laba kotor.

7. Apa yang dimaksud dengan laba bersih dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Laba bersih adalah laba perusahaan setelah dikurangi dengan pajak penghasilan.

8. Bagaimana menghitung laba bersih dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Laba bersih dapat dihitung dengan mengurangi pajak penghasilan dari laba sebelum pajak.

9. Apa yang dimaksud dengan arus kas dari aktivitas operasi dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Arus kas dari aktivitas operasi adalah arus kas yang dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan, seperti penerimaan dari penjualan barang/jasa, pembayaran untuk bahan baku, dan pembayaran tenaga kerja.

10. Bagaimana menghitung arus kas dari aktivitas operasi dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Arus kas dari aktivitas operasi dapat dihitung dengan menjumlahkan laba bersih, depresiasi, perubahan dalam persediaan, perubahan dalam piutang usaha, dan perubahan dalam hutang usaha.

11. Apa yang dimaksud dengan arus kas dari aktivitas investasi dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Arus kas dari aktivitas investasi adalah arus kas yang dihasilkan dari kegiatan investasi perusahaan, seperti penjualan aset tetap dan pembelian aset tetap.

12. Bagaimana menghitung arus kas dari aktivitas investasi dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Arus kas dari aktivitas investasi dapat dihitung dengan menjumlahkan penjualan aset tetap dan mengurangi dengan pembelian aset tetap.

13. Apa yang dimaksud dengan arus kas dari aktivitas pendanaan dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Arus kas dari aktivitas pendanaan adalah arus kas yang dihasilkan dari kegiatan pendanaan perusahaan, seperti penerimaan pinjaman dan pembayaran dividen.

14. Bagaimana menghitung arus kas dari aktivitas pendanaan dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Arus kas dari aktivitas pendanaan dapat dihitung dengan menjumlahkan penerimaan pinjaman dan mengurangi dengan pembayaran dividen.

15. Apa yang dimaksud dengan kenaikan bersih kas dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Kenaikan bersih kas adalah jumlah total arus kas yang dihasilkan dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan dalam periode tertentu.

16. Bagaimana menghitung kenaikan bersih kas dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Kenaikan bersih kas dapat dihitung dengan menjumlahkan arus kas bersih dari aktivitas operasi, arus kas bersih dari aktivitas investasi, dan arus kas bersih dari aktivitas pendanaan.

17. Apa yang dimaksud dengan saldo kas awal dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Saldo kas awal adalah jumlah kas yang dimiliki oleh perusahaan pada awal periode tersebut.

18. Bagaimana menghitung saldo kas akhir dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Saldo kas akhir dapat dihitung dengan menambahkan saldo kas awal dengan kenaikan bersih kas.

19. Mengapa laporan keuangan perusahaan manufaktur penting?
Jawaban: Laporan keuangan perusahaan manufaktur penting karena memberikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan, memungkinkan pemilik, pihak terkait, dan investor untuk mengevaluasi keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan keuangan mereka.

20. Apa tujuan dari laporan keuangan perusahaan manufaktur?
Jawaban: Tujuan dari laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah untuk memberikan informasi yang akurat dan relevan tentang kinerja keuangan perusahaan kepada para pemangku kepentingan, seperti pemilik, karyawan, investor, dan pemerintah.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari AKUNTANSI

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca