Tutorial Membuat VM di VirtualBox dan VMware
Virtualisasi adalah teknologi yang memungkinkan kita menjalankan sistem operasi “tamu” (guest) di atas sistem operasi utama (host) tanpa perlu memasang ulang perangkat. Dengan virtualisasi, kamu bisa mencoba Linux di Windows, menjalankan Windows untuk kebutuhan aplikasi tertentu, membuat lab jaringan, hingga melakukan pengujian software dengan aman. Dua aplikasi virtualisasi yang paling sering dipakai adalah Oracle VirtualBox dan VMware (misalnya VMware Workstation Player/Pro). Artikel ini membahas langkah-langkah membuat Virtual Machine (VM) di keduanya, lengkap dengan pengaturan penting agar VM berjalan stabil.
—
Persiapan Sebelum Membuat VM
Sebelum mulai, pastikan beberapa hal berikut sudah siap:
1. File ISO sistem operasi
Unduh ISO resmi (misalnya Windows 10/11, Ubuntu, Debian, dsb.). ISO ini akan dipakai sebagai media instalasi.
2. Spesifikasi perangkat memadai
Minimal disarankan:
– RAM 8 GB (lebih baik 16 GB jika sering menjalankan VM)
– Ruang kosong SSD/HDD 30–60 GB (tergantung OS)
– CPU mendukung virtualisasi (Intel VT-x/AMD-V)
3. Aktifkan Virtualization di BIOS/UEFI
Jika VM terasa lambat atau gagal start, cek BIOS/UEFI dan aktifkan Intel VT-x atau AMD-V.
4. Pahami kebutuhan OS guest
Windows biasanya butuh RAM lebih besar dibanding Linux. Untuk Linux desktop, 2–4 GB RAM cenderung cukup; Windows bisa butuh 4–8 GB agar nyaman.
—
Bagian 1: Tutorial Membuat VM di VirtualBox
VirtualBox populer karena gratis, lintas platform, dan mudah digunakan. Berikut langkah membuat VM dari awal.
1. Instal VirtualBox
Unduh dari situs resmi Oracle VirtualBox dan pasang seperti aplikasi biasa. Setelah itu buka VirtualBox.
2. Buat VM Baru
1. Klik tombol New .
2. Isi:
– Name : misalnya “Ubuntu-VM” atau “Windows11-VM”
– Folder : lokasi penyimpanan VM
– Type dan Version : pilih sesuai OS (misal Linux → Ubuntu 64-bit, atau Windows 11 64-bit).
3. Pada versi VirtualBox terbaru, kamu bisa memasukkan ISO Image langsung. Pilih file ISO yang sudah diunduh.
3. Atur RAM dan CPU
– Base Memory (RAM) :
– Ubuntu: 2048–4096 MB (2–4 GB)
– Windows 10/11: 4096–8192 MB (4–8 GB)
– Processors (CPU) :
Umumnya 2 core cukup untuk penggunaan normal. Jika host kamu punya CPU 8 core, kamu bisa beri 2–4 core.
Catatan: jangan memberi semua RAM/CPU ke VM, sisakan untuk sistem host agar tetap responsif.
4. Buat Virtual Hard Disk
VirtualBox akan menawarkan pembuatan hard disk virtual. Pengaturan umum:
– Create a Virtual Hard Disk Now
– VDI (VirtualBox Disk Image) (default)
– Dynamically allocated (ukuran mengembang sesuai pemakaian)
– Size :
– Linux: minimal 20 GB (disarankan 30 GB)
– Windows: minimal 50–64 GB untuk nyaman
Klik Create .
5. Pengaturan Penting Sebelum Instalasi
Pilih VM → Settings :
– System → Boot Order : pastikan Optical (ISO) berada di atas Hard Disk (jika instalasi dari ISO).
– Display → Video Memory : naikkan ke 128 MB atau maksimal yang tersedia. Aktifkan 3D Acceleration jika perlu (terutama untuk desktop Linux).
– Storage : pastikan ISO terpasang pada Optical Drive.
– Network :
– NAT (default): VM bisa internet, aman dan praktis.
– Bridged Adapter : VM terlihat sebagai perangkat lain di jaringan (berguna untuk server/lab).
– USB : aktifkan jika ingin pasang flashdisk ke VM (kadang butuh Extension Pack).
Klik OK .
6. Jalankan VM dan Instal OS
Klik Start . VM akan boot dari ISO dan menampilkan installer OS. Ikuti langkah instalasi sesuai OS yang dipilih (pilih bahasa, disk, user, zona waktu, dan sebagainya).
7. Pasang Guest Additions (Sangat Disarankan)
Guest Additions membuat pengalaman VM jauh lebih nyaman:
– resolusi layar otomatis,
– copy-paste dan drag-drop,
– driver grafis lebih baik.
Cara memasang:
1. Saat VM menyala: menu Devices → Insert Guest Additions CD image…
2. Di dalam OS guest, jalankan installer yang muncul.
3. Reboot VM setelah selesai.
—
Bagian 2: Tutorial Membuat VM di VMware (Workstation Player/Pro)
VMware dikenal stabil dan performanya bagus. VMware Workstation Player gratis untuk penggunaan personal, sedangkan Pro berbayar dengan fitur lebih lengkap.
1. Instal VMware Workstation
Unduh VMware Workstation Player/Pro lalu instal. Buka aplikasinya setelah selesai.
2. Buat VM Baru
1. Klik Create a New Virtual Machine .
2. Pilih metode instalasi:
– Installer disc image file (iso) : pilih file ISO.
3. VMware biasanya mendeteksi OS secara otomatis.
3. Pilih OS dan Easy Install (Opsional)
Jika OS mendukung, VMware menawarkan Easy Install :
– isi nama pengguna, password, dan product key (Windows) bila perlu,
– VMware akan mengotomasi sebagian instalasi.
Jika kamu ingin kontrol penuh, kamu bisa memilih untuk tidak memakai Easy Install (tergantung versi).
4. Tentukan Nama dan Lokasi VM
Beri nama VM dan pilih lokasi folder penyimpanan. Disarankan simpan di drive dengan ruang lega, idealnya SSD agar performa cepat.
5. Atur Kapasitas Disk
– Tentukan ukuran maksimal disk (misal 40 GB, 60 GB, atau sesuai kebutuhan).
– Pilih opsi penyimpanan:
– Store virtual disk as a single file (lebih cepat, lebih rapi)
– Split virtual disk into multiple files (lebih fleksibel untuk dipindah)
Klik Next .
6. Custom Hardware: RAM, CPU, Network
Klik Customize Hardware :
– Memory : atur 2–4 GB untuk Linux, 4–8 GB untuk Windows.
– Processors : 2 core umumnya cukup.
– Network Adapter :
– NAT : praktis, default.
– Bridged : cocok untuk VM server agar dapat IP jaringan.
– Display : aktifkan akselerasi 3D jika perlu.
Klik Close , lalu Finish .
7. Jalankan dan Instal OS
Klik Power on this virtual machine . Installer OS akan berjalan. Ikuti langkah instalasi hingga selesai.
8. Pasang VMware Tools
VMware Tools setara dengan Guest Additions di VirtualBox. Fungsinya:
– driver grafis dan mouse lebih halus,
– sinkronisasi waktu,
– clipboard lebih baik,
– kinerja VM meningkat.
Biasanya VMware Tools ditawarkan otomatis atau bisa dipasang melalui menu:
– Player/VM → Manage → Install VMware Tools
Ikuti installer di OS guest lalu reboot.
—
Tips Optimasi dan Troubleshooting Singkat
1. VM lemot
– Pastikan virtualisasi aktif di BIOS/UEFI
– Kurangi beban host (tutup aplikasi berat)
– Gunakan SSD untuk file VM
– Tambahkan RAM/CPU VM secukupnya
2. Tidak bisa install Windows 11
Windows 11 butuh TPM dan Secure Boot. VMware Pro punya opsi TPM virtual; VirtualBox versi terbaru juga memiliki opsi tertentu, tapi dukungannya tergantung versi. Alternatifnya, gunakan Windows 10 atau distro Linux.
3. Tidak ada internet di VM
Coba ganti Network menjadi NAT, lalu restart VM. Jika masih gagal, cek driver (Tools/Additions) atau pengaturan DNS di OS guest.
4. Resolusi layar kecil dan tidak bisa fullscreen
Pastikan Guest Additions (VirtualBox) atau VMware Tools sudah terpasang.
—
Penutup
Membuat VM di VirtualBox maupun VMware pada dasarnya mengikuti pola yang sama: pilih ISO, atur RAM/CPU, buat disk virtual, lalu instal OS. Perbedaan utamanya ada pada tampilan, fitur tambahan, dan beberapa opsi konfigurasi. Untuk pemula, VirtualBox sangat ramah dan gratis; VMware sering dipilih karena stabil dan optimal di berbagai skenario. Setelah VM terpasang, jangan lupa memasang Guest Additions atau VMware Tools agar performa dan kenyamanan meningkat.
Jika kamu ingin, sebutkan OS yang mau dipasang (Windows/Linux) dan spesifikasi laptop/PC -mu, nanti saya bisa rekomendasikan pengaturan RAM, CPU, dan ukuran disk yang paling pas.