Gurumuda.Net

Menu

Tag: Materi Fisika SMA – Dinamika Rotasi

Momentum sudut

Benda yang melakukan gerak lurus mempunyai momentum yang dapat dihitung menggunakan rumus :
p = m v
Keterangan :
p = momentum (satuan internasionalnya adalah kilogram meter / sekon, disingkat kg m/s)
m = massa (satuan internasionalnya adalah kilogram, disingkat kg)
v = kecepatan (satuan internasionalnya adalah meter / sekon, disingkat m/s)
Besaran fisika pada gerak rotasi yang identik dengan massa (m) pada gerak lurus adalah momen inersia (I). Besaran fisika pada gerak rotasi yang identik dengan kecepatan (v) pada gerak lurus adalah kecepatan sudut. Dengan demikian, benda yang bergerak rotasi mempunyai momentum yang dapat dihitung menggunakan rumus : Continue reading “Momentum sudut”

Momen inersia

Ada dua benda, salah satu benda massanya kecil dan benda lain mempunyai massa lebih besar. Benda manakah yang lebih mudah bergerak jika didorong dengan gaya yang sama ? Kenyataan menunjukan bahwa benda yang massanya lebih kecil lebih mudah bergerak daripada benda yang massanya lebih besar. Jadi besar atau kecil massa benda menentukan besar atau kecil percepatan gerak benda jika dikerjakan suatu gaya. Jika dalam gerak lurus, massa benda menentukan apakah suatu benda mudah atau sulit digerakkan (dipercepat) maka dalam gerak rotasi, momen inersia suatu benda menentukan apakah suatu benda mudah atau sulit digerakkan. Continue reading “Momen inersia”

Momen gaya (torsi)

Sebelum membahas momen gaya atau torsi, terlebih dahulu diulas lengan gaya.
Lengan Gaya
Tinjau sebuah benda yang berotasi, misalnya pintu rumah. Ketika pintu dibuka atau ditutup, pintu berotasi. Engsel yang menghubungkan pintu dengan tembok berperan sebagai sumbu rotasi.
Momen-gaya-1Gambar pintu dilihat dari atas. Tinjau sebuah contoh di mana pintu didorong dengan dua gaya, di mana kedua gaya mempunyai besar dan arah sama; arah gaya tegak lurus pintu. Continue reading “Momen gaya (torsi)”

Hukum II Newton dalam bentuk momentum

Sebelumnya anda sudah mempelajari hukum II Newton yang dinyatakan melalui persamaan :
Hukum-II-Newton-dalam-bentuk-momentum-1Persamaan ini menjelaskan hubungan antara resultan gaya alias gaya total dengan massa dan percepatan. Adanya resultan gaya yang bekerja pada sebuah benda bermassa menyebabkan benda bermassa benda tersebut mengalami percepatan.
Kali ini akan diperkenalkan bentuk lain dari hukum II Newton, yang menjelaskan hubungan antara resultan gaya dengan perubahan momentum. Continue reading “Hukum II Newton dalam bentuk momentum”

Hukum kekekalan momentum sudut

Hukum kekekalan momentum sudut menyatakan bahwa jika resultan momen gaya pada sebuah benda tegar yang bergerak rotasi bernilai nol maka momentum sudut benda tegar yang bergerak rotasi selalu konstan. Rumus hukum kekekalan momentum sudut dapat diturunkan secara matematis dengan memodifikasi rumus hukum II Newton versi momentum sudut.
Hukum-kekekalan-momentum-sudut-1 Continue reading “Hukum kekekalan momentum sudut”

Hukum II Newton pada gerak rotasi

Jika terdapat resultan gaya pada suatu benda bermassa m maka benda bergerak lurus dengan percepatan a. Hubungan antara resultan gaya, massa dan percepatan dinyatakan melalui persamaan :

Hukum-II-Newton-pada-gerak-rotasi-0a Ini adalah persamaan hukum II Newton yang telah dipelajari di kelas X.

Besaran fisika pada gerak rotasi yang identik dengan resultan gaya pada gerak lurus adalah resultan momen gaya. Besaran fisika pada gerak rotasi yang identik dengan massa pada gerak lurus adalah momen inersia. Besaran fisika pada gerak rotasi yang identik dengan percepatan pada gerak lurus adalah percepatan sudut. Continue reading “Hukum II Newton pada gerak rotasi”

Dinamika rotasi

Dinamika rotasi adalah cabang mekanika yang mempelajari gerak rotasi dengan melibatkan gaya, massa dan faktor lain yang turut mempengaruhi gerak rotasi. Suatu benda berotasi jika semua bagian benda bergerak mengelilingi poros atau sumbu putar yang terletak pada salah satu bagian benda tersebut. Gerak rotasi yang dipelajari pada topik ini difokuskan pada gerak rotasi pada sumbu tetap. Gerakan katrol, kipas angin, gerakan CD/DVD di dalam CD/DVD room, gerakan pintu atau jendela, gerakan silinder mesin, baling-baling helikpter atau pesawat, baling-baling kapal, merupakan beberapa contoh gerak rotasi pada sumbu tetap. Pernah mengamati gasing berputar ? Posisi sumbu putar gasing selalu berubah-ubah (kemiringan gasing cenderung berubah) karenanya gerak rotasi seperti yang dialami gasing tidak dipelajari pada topik ini. Continue reading “Dinamika rotasi”