Materi Tumbukan tidak lenting
Ua feto'ai fa'asolosolo (tumbukan lenting tidak sempurna) berlaku tulafono o le faasaoina o le saoasaoa sedangkan hukum kekekalan energi kinetik tidak berlaku. Selama terjadi tumbukan, sebagian malosiaga fa'agaoioi berubah menjadi energi bunyi, energi panas dan energi dalam. Penggunaan kata lenting menunjukan bahwa setelah bertumbukan kedua benda tidak bergabung menjadi satu atau tidak menempel, tetapi memantul. Contoh tumbukan lenting tidak sempurna adalah tumbukan satu dimensi antara dua kelereng atau dua bola biliard.
Faʻataʻitaʻiga o faʻafitauli.
1. Benda A dan benda B masing-masing bermassa 1 kg dan 2 kg bergerak berlawanan arah dengan kelajuan 4 m/s dan 2 m/s dan bertumbukan lenting tidak sempurna. Jika setelah bertumbukan, benda A bergerak dengan kelajuan 2 m/s, berapa kelajuan benda B ?
Talanoaga
Ua iloa :
mA = 1 kilokalama, mitaB = 2 kilokalama, vA = 4 m/s (misalnya ke kanan), vB = -2 m/s (misalnya ke kiri), vA’ = -2 m/s
Fesiligia :vB'
Tali :
Setelah bertumbukan, benda B bergerak dengan kelajuan 1 m/s (misalnya ke kanan) dan benda A bergerak dengan kelajuan 2 m/s (misalnya ke kiri).