{"id":536,"date":"2026-05-05T14:00:54","date_gmt":"2026-05-05T06:00:54","guid":{"rendered":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/asal-usul-kerajaan-majapahit.htm"},"modified":"2026-05-05T14:00:54","modified_gmt":"2026-05-05T06:00:54","slug":"asal-usul-kerajaan-majapahit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/asal-usul-kerajaan-majapahit.htm","title":{"rendered":"Asal usul kerajaan Majapahit"},"content":{"rendered":"<p>        Asal Usul Kerajaan Majapahit<\/p>\n<p>Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Nusantara. Namanya kerap dikaitkan dengan masa keemasan kebudayaan Jawa, perkembangan sastra dan hukum, serta gagasan persatuan wilayah-wilayah kepulauan yang kemudian hari menginspirasi konsep keindonesiaan. Namun, kebesaran Majapahit tidak lahir begitu saja. Ia muncul dari rangkaian peristiwa politik yang rumit: keruntuhan kerajaan sebelumnya, intrik elite, tekanan kekuatan asing, hingga kemampuan seorang tokoh baru membangun legitimasi di tengah kekacauan. Untuk memahami asal usul Majapahit, kita perlu menelusuri latar sejarah Jawa Timur pada akhir abad ke-13, tokoh-tokoh yang terlibat, dan situasi geopolitik Asia saat itu.<\/p>\n<p>               Latar Belakang: Runtuhnya Singhasari<\/p>\n<p>Sebelum Majapahit berdiri, Jawa Timur dikuasai oleh Kerajaan Singhasari (sering juga disebut Tumapel), yang mencapai puncaknya pada masa Raja Kertanegara. Kertanegara dikenal sebagai penguasa yang ambisius dan berorientasi keluar. Ia melakukan ekspedisi politik dan militer ke sejumlah wilayah, termasuk Sumatra melalui Ekspedisi Pamalayu. Tujuannya bukan hanya memperluas pengaruh, tetapi juga membangun jaringan kekuasaan untuk menghadapi ancaman yang sedang membesar: Kekaisaran Mongol di bawah Dinasti Yuan.<\/p>\n<p>Pada akhir abad ke-13, Kubilai Khan\u2014penguasa Mongol\u2014mengirim utusan ke berbagai negeri untuk menuntut pengakuan kekuasaan. Menurut sumber-sumber tradisi Jawa, Kertanegara menolak tuntutan tersebut dengan cara yang dianggap menghina, sehingga memicu rencana ekspedisi Mongol ke Jawa. Akan tetapi, situasi internal Singhasari justru menjadi penyebab jatuhnya kerajaan itu terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Keruntuhan Singhasari terjadi akibat pemberontakan Jayakatwang, penguasa Kediri, yang memanfaatkan kelengahan Kertanegara. Pada tahun 1292, pasukan Jayakatwang menyerang dan menumbangkan Singhasari. Kertanegara gugur, dan Jayakatwang kemudian memulihkan kekuasaan Kediri. Dalam situasi genting ini, sebagian keluarga dan pengikut Singhasari tercerai-berai; namun dari kekacauan itulah kelak lahir Majapahit.<\/p>\n<p>               Tokoh Kunci: Raden Wijaya<\/p>\n<p>Asal usul Majapahit tidak dapat dipisahkan dari sosok Raden Wijaya. Dalam berbagai sumber, Raden Wijaya disebut sebagai menantu Kertanegara. Setelah Singhasari jatuh, ia menjadi salah satu figur yang diburu karena dianggap bagian dari rezim lama. Bersama sejumlah pengikut setia, Raden Wijaya melarikan diri untuk menyelamatkan diri sekaligus menyusun strategi merebut kembali kekuasaan.<\/p>\n<p>Dalam kisah pendiriannya, Raden Wijaya mula-mula meminta perlindungan kepada penguasa Madura, Arya Wiraraja. Dukungan Arya Wiraraja menjadi penting, karena ia memiliki pengaruh politik dan kemampuan menggalang kekuatan. Melalui persekutuan ini, Raden Wijaya memperoleh kesempatan untuk bangkit. Ia kemudian menyusun rencana yang cerdik: tidak serta-merta menyerang Jayakatwang, melainkan membangun basis baru terlebih dahulu.<\/p>\n<p>               Pembukaan Hutan Tarik dan Lahirnya Majapahit<\/p>\n<p>Dengan dukungan Arya Wiraraja serta pengikutnya, Raden Wijaya diberi izin membuka kawasan hutan di daerah Tarik, dekat muara sungai dan jalur perdagangan. Wilayah ini kemudian dikembangkan menjadi permukiman baru. Inilah salah satu momen penting dalam asal usul Majapahit: sebuah \u201ckota\u201d baru dibangun bukan dari pusat kerajaan lama, melainkan dari pembukaan lahan di wilayah strategis.<\/p>\n<p>Menurut tradisi, nama \u201cMajapahit\u201d berasal dari buah maja yang rasanya pahit. Kisah ini sering diceritakan sebagai asal-usul penamaan kerajaan: ketika para pembuka lahan menemukan buah maja dan mencicipinya, rasanya pahit, lalu tempat itu disebut \u201cMaja-pahit\u201d. Meski bernuansa legenda, kisah tersebut mengandung pesan simbolik: lahirnya kerajaan besar kerap berawal dari perjuangan yang \u201cpahit\u201d, penuh tantangan.<\/p>\n<p>Permukiman ini berkembang menjadi pusat kekuatan baru. Raden Wijaya mulai mengonsolidasikan pengikut, membentuk struktur pemerintahan, dan menata strategi untuk menghadapi musuh utama: Jayakatwang di Kediri.<\/p>\n<p>               Kedatangan Pasukan Mongol dan Strategi Politik Raden Wijaya<\/p>\n<p>Salah satu faktor paling menentukan dalam asal usul Majapahit adalah intervensi asing: pasukan Mongol dari Dinasti Yuan. Ekspedisi Mongol yang semula ditujukan untuk menghukum Kertanegara ternyata tiba ketika Kertanegara sudah gugur dan Singhasari telah runtuh. Pasukan Mongol yang besar itu mendarat di Jawa pada tahun 1293 dan mendapati peta politik berubah. Di sinilah kelihaian Raden Wijaya terlihat.<\/p>\n<p>Raden Wijaya memanfaatkan situasi dengan membangun aliansi sementara dengan pasukan Mongol. Ia mengarahkan mereka kepada Jayakatwang, pihak yang kini berkuasa di Kediri. Mongol yang merasa memiliki legitimasi \u201cmenghukum\u201d pihak yang dianggap bertanggung jawab atas penghinaan sebelumnya dapat menerima arah ini. Serangan gabungan pun dilancarkan, dan Jayakatwang berhasil dikalahkan.<\/p>\n<p>Namun, setelah Jayakatwang jatuh, Raden Wijaya tidak membiarkan pasukan Mongol menjadi penguasa baru di Jawa. Ia memahami bahwa keberadaan mereka adalah ancaman bagi kedaulatan lokal. Maka, setelah memperoleh posisi strategis, Raden Wijaya berbalik melawan Mongol. Dengan taktik serangan cepat dan memanfaatkan ketidaktahuan Mongol terhadap medan tropis serta kondisi logistik, pasukan Mongol dipukul mundur. Mereka akhirnya menarik diri dari Jawa.<\/p>\n<p>Momen ini menjadi tonggak penting dalam lahirnya Majapahit: Raden Wijaya berhasil menghilangkan dua ancaman sekaligus\u2014Jayakatwang sebagai musuh domestik dan Mongol sebagai kekuatan asing\u2014dengan strategi berlapis, bukan semata-mata kekuatan militer.<\/p>\n<p>               Penobatan Kertarajasa Jayawardhana<\/p>\n<p>Setelah situasi relatif stabil, Raden Wijaya memproklamasikan kekuasaan dan dinobatkan sebagai raja pertama Majapahit pada tahun 1293. Ia memakai gelar Kertarajasa Jayawardhana. Penobatan ini menandai kelahiran formal Kerajaan Majapahit sebagai entitas politik baru di Jawa Timur.<\/p>\n<p>Dalam proses pembentukan legitimasi, Kertarajasa melakukan langkah-langkah penting, termasuk menjalin hubungan perkawinan serta mengakomodasi kelompok-kelompok elite yang sebelumnya terkait dengan Singhasari. Tradisi menyebutkan bahwa ia menikahi beberapa putri Kertanegara, yang dapat dipahami sebagai bentuk konsolidasi dinasti: menghubungkan Majapahit dengan garis keturunan Singhasari untuk memperkuat pengakuan terhadap pemerintahannya.<\/p>\n<p>Majapahit pada masa awal tentu belum sebesar gambaran \u201cimperium\u201d yang dikenal pada era Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Tetapi fondasinya sudah diletakkan: pusat pemerintahan, jaringan elite, dan pengalaman menghadapi ancaman internal maupun eksternal.<\/p>\n<p>               Tantangan Awal dan Konsolidasi Kekuasaan<\/p>\n<p>Kerajaan baru biasanya lahir dengan rentan, dan Majapahit pun demikian. Pada masa pemerintahan Kertarajasa, muncul sejumlah pemberontakan dan konflik elite. Hal ini wajar karena banyak pihak merasa berhak atas kekuasaan setelah jatuhnya Kediri dan kekosongan pasca-Singhasari. Selain itu, sekutu-sekutu lama dalam perjuangan belum tentu sepenuhnya puas dengan pembagian kekuasaan.<\/p>\n<p>Walau demikian, Majapahit perlahan mampu bertahan. Keberhasilan ini sangat bergantung pada kemampuan raja dalam menata pemerintahan, mengelola loyalitas bangsawan, dan menjaga jalur ekonomi yang vital. Letak Majapahit di wilayah yang dekat dengan sungai dan akses perdagangan turut mendukung pertumbuhan ekonominya. Dari sinilah Majapahit mulai menguat sebagai pusat politik Jawa Timur.<\/p>\n<p>               Makna Asal Usul Majapahit dalam Sejarah Nusantara<\/p>\n<p>Asal usul Majapahit menunjukkan bahwa sebuah kerajaan besar tidak selalu lahir dari kondisi stabil. Majapahit justru tumbuh dari puing-puing keruntuhan Singhasari, dari konflik dinasti, dan dari ancaman ekspedisi asing. Keunggulan pendirinya terletak pada kemampuan membaca situasi dan memanfaatkan peluang politik. Raden Wijaya membangun basis baru di Tarik, menggalang dukungan lokal, menggunakan aliansi sementara dengan kekuatan luar, lalu menegakkan kedaulatan dengan mengusir mereka.<\/p>\n<p>Dari permukiman yang dinamai berdasarkan buah \u201cmaja\u201d yang \u201cpahit\u201d, tumbuh kerajaan yang kelak dikenal memiliki pengaruh luas di Nusantara. Tambahan tokoh-tokoh besar pada generasi berikutnya\u2014seperti Gajah Mada dan Hayam Wuruk\u2014memang membawa Majapahit ke puncak. Namun, akar kebesaran itu sudah terbentuk sejak awal: ketangguhan menghadapi krisis, kecerdikan diplomasi, dan kemampuan membangun legitimasi di tengah perebutan kekuasaan.<\/p>\n<p>Dengan menelusuri asal usul Majapahit, kita tidak hanya melihat kisah pendirian sebuah kerajaan, tetapi juga belajar tentang bagaimana kekuasaan dibentuk: melalui strategi, kompromi, dan adaptasi terhadap perubahan zaman. Majapahit lahir dari masa yang penuh gejolak, namun justru dari gejolak itulah ia menemukan bentuknya\u2014dan meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asal Usul Kerajaan Majapahit Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Nusantara. Namanya kerap dikaitkan dengan masa keemasan kebudayaan Jawa, perkembangan sastra dan hukum, serta gagasan persatuan wilayah-wilayah kepulauan yang kemudian hari menginspirasi konsep keindonesiaan. Namun, kebesaran Majapahit tidak lahir begitu saja. Ia muncul dari rangkaian peristiwa politik yang rumit: &#8230; <a title=\"Asal usul kerajaan Majapahit\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/asal-usul-kerajaan-majapahit.htm\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Asal usul kerajaan Majapahit\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-536","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sejarah"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":378,"url":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/asal-usul-kerajaan-majapahit-dan-pengaruhnya.htm","url_meta":{"origin":536,"position":0},"title":"Asal usul kerajaan Majapahit dan pengaruhnya","author":"gurumuda.net","date":"2 Juni 2024","format":false,"excerpt":"# Asal Usul Kerajaan Majapahit dan Pengaruhnya Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dan terkuat di Nusantara yang pernah ada. Berbasis di Jawa Timur, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14 di bawah panduan Raja Hayam Wuruk dan patihnya yang terkenal, Gajah Mada. Artikel ini akan mengulas mengenai\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sejarah&quot;","block_context":{"text":"Sejarah","link":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/category\/sejarah"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":461,"url":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/pentingnya-perang-bubat-dalam-sejarah-jawa.htm","url_meta":{"origin":536,"position":1},"title":"Pentingnya perang Bubat dalam sejarah Jawa","author":"gurumuda.net","date":"20 Agustus 2024","format":false,"excerpt":"Pentingnya Perang Bubat dalam Sejarah Jawa Perang Bubat merupakan peristiwa penting dalam sejarah Jawa yang terjadi pada abad ke-14. Konflik yang terjadi pada tahun 1357 ini bukan hanya menceritakan tentang peperangan, tetapi juga mencerminkan dinamika politik, sosial, dan budaya yang cukup kompleks pada masa itu. Perang ini melibatkan dua kerajaan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sejarah&quot;","block_context":{"text":"Sejarah","link":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/category\/sejarah"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":464,"url":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/mengenal-sejarah-kerajaan-srivijaya.htm","url_meta":{"origin":536,"position":2},"title":"Mengenal sejarah kerajaan Srivijaya","author":"gurumuda.net","date":"23 Agustus 2024","format":false,"excerpt":"Mengenal Sejarah Kerajaan Srivijaya: Pilar Kejayaan Maritim di Asia Tenggara Kerajaan Srivijaya adalah salah satu kerajaan maritim terbesar dan paling penting di Asia Tenggara yang berkuasa dari sekitar abad ke-7 hingga abad ke-14. Berbasis di Sumatra, Indonesia, Srivijaya memegang kendali atas perdagangan laut yang strategis di kawasan Selat Malaka, menghubungkan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sejarah&quot;","block_context":{"text":"Sejarah","link":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/category\/sejarah"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":377,"url":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/pentingnya-peran-gajah-mada-dalam-sejarah-indonesia.htm","url_meta":{"origin":536,"position":3},"title":"Pentingnya peran Gajah Mada dalam sejarah Indonesia","author":"gurumuda.net","date":"1 Juni 2024","format":false,"excerpt":"Pentingnya Peran Gajah Mada dalam Sejarah Indonesia Gajah Mada adalah salah seorang tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, khususnya pada masa Kerajaan Majapahit. Kisah dan kontribusinya telah menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas dan kebanggaan nasional. Artikel ini akan membahas peran, kebijakan, dan warisan Gajah Mada dalam sejarah Indonesia. ###\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sejarah&quot;","block_context":{"text":"Sejarah","link":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/category\/sejarah"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":390,"url":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/sejarah-singasari-dan-peninggalannya.htm","url_meta":{"origin":536,"position":4},"title":"Sejarah Singasari dan peninggalannya","author":"gurumuda.net","date":"12 Juni 2024","format":false,"excerpt":"Sejarah Singasari dan Peninggalannya Singasari, atau sering dikenal sebagai Kerajaan Singhasari, adalah salah satu kerajaan penting dalam sejarah Nusantara yang memegang peranan vital dalam perkembangan kebudayaan dan politik di Pulau Jawa. Didirikan pada abad ke-13, kerajaan ini meninggalkan jejak besar yang masih terasa hingga saat ini. Artikel ini akan mengulas\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sejarah&quot;","block_context":{"text":"Sejarah","link":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/category\/sejarah"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":376,"url":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/sejarah-perkembangan-islam-di-indonesia.htm","url_meta":{"origin":536,"position":5},"title":"Sejarah perkembangan Islam di Indonesia","author":"gurumuda.net","date":"1 Juni 2024","format":false,"excerpt":"## Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia Islam adalah agama terbesar di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sejarah perkembangan Islam di Indonesia merupakan perjalanan panjang yang penuh dinamika dan interaksi antarbudaya. Walaupun Islam kini mendominasi, kedatangan dan penyebarannya melalui Nusantara bukan proses yang instan, melainkan melalui tahapan yang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sejarah&quot;","block_context":{"text":"Sejarah","link":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/category\/sejarah"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=536"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/536\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gurumuda.net\/sejarah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}