He tauira o ngā pātai mō te whakawhānui i te rōrahi

5 Contoh soal pemuaian volume

1. Bola pejal terbuat dari aluminium dengan koefisien muai panjang 24 x 10-6 o te ataC-1. Jika pada suhu 30oC volume bola adalah 30 cm3 maka agar volume bola itu bertambah menjadi 30,5 cm3, bola tersebut harus dipanaskan hingga mencapai suhu….. oC

Kōrero

E mōhiotia ana:

Koefisien muai panjang (α) = 24 x 10-6 o te ataC-1

Koefisien muai volume (γ) = 3 he = X x 3 24 10-6 o te ataC-1 = 72x10-6 o te ataC-1

Te pāmahana tīmatanga (T1) = 30oC

Te rōrahi tīmatanga (V1) = 30 henemita3

Rōrahi whakamutunga (V2) = 30,5 henemita3

Perubahan volume (ΔV) = 30,5 henimita3 - 30 cm3 = 0,5cm3

I pātaihia: Te pāmahana whakamutunga (T2)

Whakautu:

ΔV = g (V1)(ΔT)

ΔV = g (V1)(T2 - T1)

0,5 cm3 = ((72 x 10-6 o te ataC-1)(30cm3)(T2 - 30oC)

0,5 = (2160 x 10-6)(T2 - 30)

0,5 = (2,160 x 10-3)(T2 - 30

0,5 = (2,160 x 10-3)(T2 - 30)

0,5 / (2,160 x 10-3) = T2 - 30

0,23 x 103 =T2 - 30

0,23 x 1000 = T2 - 30

230 = T2 - 30

230 + 30 = T2

T2 = 260oC

2. Bola berongga terbuat dari kaca mempunyai koefisien muai panjang 9 x 10-6 o te ataC-1. Pada suhu 20oC diameter dalam bola adalah 2,2 cm. Apabila diameter dalam bola bertambah menjadi 2,8 maka te pāmahana akhir adalah….

Kōrero

E mōhiotia ana:

PĀNUITIA HOKI  Te au me te ngaohiko tauutuutu

Koefisien muai panjang (α) = 9 x 10-6 o te ataC-1

Koefisien muai volume (γ) = 3 α = X x 3 9 10-6 o te ataC-1 = 27x10-6 o te ataC-1

Te pāmahana tīmatanga (T1) = 20oC

Diameter awal (D1) = 2,2 henemita

Diameter akhir (D2) = 2,8 henemita

Jari-jari awal (r1) = D1 / 2 = 2,2 henimita3 / 2 = 1,1 henimita3

Jari-jari akhir (r2) = D2 / 2 = 2,8 henimita3 / 2 = 1,4 henimita3

Te rōrahi tīmatanga (V1) = 4/3 pi r13 = (4/3)(3,14)(1,1 henimita)3 = (4/3)(3,14)(1,331 henimita3) = 5,57 henemita3

Rōrahi whakamutunga (V2) = 4/3 pi r23 = (4/3)(3,14)(1,4 henimita)3 = (4/3)(3,14)(2,744 henimita3) = 11,48 henemita3

Perubahan volume (ΔV) = 11,48 henimita3 - 5,57 cm3 = 5,91cm3

I pātaihia: Suhu akhir (T2)

Whakautu:

ΔV = g (V1)(ΔT)

5,91 cm3 = ((27 x 10-6 o te ataC-1)(5,57 cm3)(T2 - 20oC)

5,91 = (150,39 x 10-6)(T2 - 20)

5,91/150,39 x 10-6 =T2 - 20

0,039 x 106 =T2 - 20

39 x 103 =T2 - 20

39000 = T2 - 20

39000 + 20 = T2

T2 = 39020oC

3. Bila udara dipanaskan maka pertambahan volumenya sebanding dengan…
A. Suhu awal
B. Suhu akhir
C. Kenaikan suhu
D. Volume awal
E. Volume akhir
Kōrero:
Pertambahan volume udara sebanding dengan kenaikan suhu atau perubahan suhu. Semakin besar kenaikan suhu, semakin besar pertambahan volume.

4. Sebuah bejana kaca volume 4 liter diisi penuh air, kemudian dipanaskan sehingga suhunya naik sebesar 20oC. Ternyata ada sebagian air yang tumpah. Diketahui koefisien muai panjang kaca = 9 x 10-6 oC-1; koefisien muai volume air = 2,1 x 10-4 oC-1, maka banyak air yang tumpah adalah…

PĀNUITIA HOKI  Tātai pokapū taumaha

A. 0,015 liter

B. 0,018 liter

C. 0,020 liter

D. 0,021 liter

E. 0,025 liter

Kōrero

E mōhiotia ana:

Volume awal bejana kaca dan air (Vo) = 4 liter

Perubahan suhu kaca dan air (ΔT) = 20oC

Ko te tauwehenga whānui rārangi o te karāhe (α) = 9 x 10-6 oC-1

Koefisien muai volume kaca (γ) = 3α = 3 (9 x 10-6 oC-1) = 27 x 10-6 oC-1

Koefisien muai volume air (γ) = 2,1x10-4 oC-1

I pātaihia: Banyak air yang tumpah

Whakautu:

Rumus pemuaian volume :

V = Vo + γ Vo ΔT

V - Vo = γ Vo ΔT

ΔV = γ Vo ΔT

Ngā Mōhiohio:

V = volume akhir, Vo = volume awal, ΔV = perubahan volume, γ = koefisien muai volume, ΔT = perubahan suhu.

Hitung perubahan volume bejana kaca :

ΔV = γ Vo ΔT = (27 x 10-6)(4)(20) = 2160 x 10-6 = 2,160x10-3 = 0,002160 rita

Hitung perubahan volume air :

ΔV = γ Vo ΔT = (2,1 x 10-4)(4)(20) = 168 x 10-4 = 0,0168 rita

Perubahan volume air lebih besar daripada bejana kaca sehingga sebagian air tumpah.

Hitung volume air yang tumpah :

0,0168 liter – 0,002160 liter = 0,01464 liter = 0,015 liter

Ko te whakautu tika ko A.

5. Sebuah bejana dari baja (koefisien muai panjang = 10-5 oC-1) mempunyai ukuran 6 liter diisi penuh cairan aseton (koefisien muai volume = 1,5 x 10-3 oC-1). Jika kedua-duanya dipanaskan sehingga suhu ruang naik dari 0oC ki te 40oC, maka volume aseton yang tumpah adalah…

PĀNUITIA HOKI  Tauira o ngā Pātai Kōrero mō te Aukumetanga

A. 0,35 liter

B. 0,48 liter

C. 0,58 liter

D. 1,36 liter

E. 1,48 liter

Kōrero

E mōhiotia ana:

Volume awal bejana baja dan aseton (Vo) = 6 liter

Perubahan suhu bejana baja dan aseton (ΔT) = 40oC

Koefisien muai panjang baja (α) = 10-5 oC-1

Koefisien muai volume baja (γ) = 3α = 3 (10-5 oC-1) = 3 x 10-5 oC-1

Koefisien muai volume aseton (γ) = 1,5 x 10-3 oC-1

I pātaihia: Banyak air yang tumpah

Whakautu:

Rumus pemuaian volume :

ΔV = γ Vo ΔT

Ngā Mōhiohio:

ΔV = perubahan volume, γ = koefisien muai volume, Vo = volume awal, ΔT = perubahan suhu.

Hitung perubahan volume bejana baja :

ΔV = γ Vo ΔT = (3 x 10-5)(6)(40) = 720 x 10-5 = 0,00720 rita

Hitung perubahan volume aseton :

ΔV = γ Vo ΔT = (1,5 x 10-3)(6)(40) = 360 x 10-3 = 0,360 rita

Perubahan volume aseton lebih besar daripada bejana baja sehingga sebagian air tumpah.

Hitung volume air yang tumpah :

0,360 liter – 0,00720 liter = 0,3528 liter = 0,35 liter

Ko te whakautu tika ko A.

 

Waiho he kōrero