{"id":317,"date":"2026-04-05T20:00:35","date_gmt":"2026-04-05T12:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/rumus-dan-contoh-soal-getaran-harmonik.htm"},"modified":"2026-04-05T20:00:35","modified_gmt":"2026-04-05T12:00:35","slug":"rumus-dan-contoh-soal-getaran-harmonik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/rumus-dan-contoh-soal-getaran-harmonik.htm","title":{"rendered":"Rumus dan Contoh Soal Getaran Harmonik"},"content":{"rendered":"<p>        Rumus dan Contoh Soal Getaran Harmonik<\/p>\n<p>Getaran harmonik adalah salah satu materi penting dalam fisika yang sering muncul dalam pembahasan gerak periodik, gelombang, hingga aplikasi teknik. Kita bisa menemukannya pada gerak pegas, bandul (untuk sudut kecil), hingga getaran molekul dalam materi. Disebut \u201charmonik\u201d karena geraknya mengikuti pola yang teratur dan dapat dimodelkan dengan fungsi sinus atau cosinus. Artikel ini membahas pengertian singkat, rumus-rumus utama, serta contoh soal beserta penyelesaiannya agar konsep getaran harmonik lebih mudah dipahami.<\/p>\n<p>               1. Pengertian Getaran Harmonik<\/p>\n<p>Getaran harmonik sederhana (GHS) adalah gerak bolak-balik suatu benda melalui titik setimbang dengan gaya pemulih (restoring force) yang besarnya sebanding dengan simpangan dan arahnya selalu menuju titik setimbang. Secara matematis, cirinya dapat ditulis:<\/p>\n<p>              F = \u2212kx              <\/p>\n<p>Tanda minus menunjukkan arah gaya berlawanan dengan arah simpangan. Jika benda ditarik ke kanan (x positif), gaya pemulih ke kiri (negatif), begitu juga sebaliknya.<\/p>\n<p>Dua sistem yang paling sering dijadikan contoh GHS:<\/p>\n<p>1.               Sistem pegas\u2013massa               (massa di ujung pegas).<br \/>\n2.               Bandul sederhana               (untuk sudut kecil, biasanya < 15\u00b0).\n\n               2. Besaran Penting dalam Getaran Harmonik\n\nBeberapa besaran yang selalu muncul dalam GHS:\n\n-               Simpangan (x)              : jarak benda dari titik setimbang (m).\n-               Amplitudo (A)              : simpangan maksimum (m).\n-               Periode (T)              : waktu yang diperlukan untuk satu getaran penuh (s).\n-               Frekuensi (f)              : banyak getaran tiap detik (Hz).\n-               Kecepatan sudut \/ frekuensi sudut (\u03c9)              : parameter penting dalam persamaan sinus\/cosinus (rad\/s).\n-               Fase (\u03c6)              : menentukan kondisi awal gerak.\n\nHubungan dasar antara periode dan frekuensi:\n\n              f = 1\/T              \n\nDan hubungan \u03c9 dengan T dan f:\n\n              \u03c9 = 2\u03c0f = 2\u03c0\/T              \n\n               3. Persamaan Getaran Harmonik\n\nBentuk umum simpangan sebagai fungsi waktu bisa ditulis:\n\n              x(t) = A sin(\u03c9t + \u03c6)                \natau  \n              x(t) = A cos(\u03c9t + \u03c6)              \n\nPemilihan sin\/cos sama-sama benar, tergantung kondisi awal (misalnya saat t = 0, posisinya di amplitudo atau di titik setimbang).\n\n                      Kecepatan dan Percepatan\n\nKecepatan adalah turunan pertama simpangan:\n\n              v(t) = dx\/dt = A\u03c9 cos(\u03c9t + \u03c6)               (jika x = A sin)  \natau bisa juga bernilai negatif sesuai bentuk awal.\n\nPercepatan adalah turunan kedua:\n\n              a(t) = d\u00b2x\/dt\u00b2 = \u2212A\u03c9\u00b2 sin(\u03c9t + \u03c6)              \n\nKarena x(t) = A sin(\u03c9t + \u03c6), maka:\n\n              a(t) = \u2212\u03c9\u00b2 x(t)              \n\nIni adalah ciri kunci GHS: percepatan sebanding dengan simpangan dan berlawanan arah.\n\n                      Kecepatan Maksimum dan Percepatan Maksimum\n\n-               v_max = A\u03c9              \n-               a_max = A\u03c9\u00b2              \n\nKecepatan maksimum terjadi saat benda melewati titik setimbang (x = 0). Percepatan maksimum terjadi saat di amplitudo (x = \u00b1A).\n\n               4. Periode Getaran pada Pegas dan Bandul\n\n                      A. Pegas\u2013Massa\n\nUntuk pegas ideal dengan konstanta pegas k dan massa m:\n\n              T = 2\u03c0 \u221a(m\/k)                \n              \u03c9 = \u221a(k\/m)              \n\nArtinya, semakin besar massa, periode makin besar (lebih lambat). Semakin besar k (pegas lebih kaku), periode makin kecil (lebih cepat).\n\n                      B. Bandul Sederhana (Sudut Kecil)\n\nUntuk bandul panjang tali L dan percepatan gravitasi g:\n\n              T = 2\u03c0 \u221a(L\/g)                \n              \u03c9 = \u221a(g\/L)              \n\nMenariknya, pada pendekatan sudut kecil, periode               tidak bergantung pada massa bandul              , hanya bergantung pada panjang dan gravitasi.\n\n               5. Energi pada Getaran Harmonik\n\nDalam GHS, energi total tetap (jika tidak ada gesekan):\n\n-               Energi potensial pegas              :  \n                Ep = \u00bd kx\u00b2              \n-               Energi kinetik              :  \n                Ek = \u00bd mv\u00b2              \n-               Energi mekanik total              :\n                E = Ek + Ep = \u00bd kA\u00b2              \n\nSaat x = \u00b1A, v = 0 sehingga energi seluruhnya potensial. Saat x = 0, Ep = 0 dan energi seluruhnya kinetik.\n\n               6. Contoh Soal dan Pembahasan\n\n                      Contoh 1: Menentukan Periode Pegas\n\nSebuah massa 0,5 kg digantung pada pegas dengan konstanta k = 200 N\/m. Tentukan periode getarannya!\n\n              Diketahui:               m = 0,5 kg, k = 200 N\/m  \n              Ditanya:               T\n\n              Jawab:              \n\nT = 2\u03c0 \u221a(m\/k)  \n= 2\u03c0 \u221a(0,5 \/ 200)  \n= 2\u03c0 \u221a(0,0025)  \n= 2\u03c0 (0,05)  \n= 0,1\u03c0 s  \n\u2248 0,314 s\n\nJadi, periode getaran pegas sekitar               0,314 s              .\n\n---\n\n                      Contoh 2: Menentukan Frekuensi dan \u03c9\n\nDari soal 1, tentukan frekuensi (f) dan \u03c9!\n\n              Jawab:              \n\nf = 1\/T = 1\/0,314 \u2248 3,18 Hz\n\n\u03c9 = 2\u03c0\/T = 2\u03c0\/0,314 \u2248 20 rad\/s  \n(atau langsung \u03c9 = \u221a(k\/m) = \u221a(200\/0,5) = \u221a400 = 20 rad\/s)\n\nJadi, frekuensi sekitar               3,18 Hz               dan \u03c9 =               20 rad\/s              .\n\n---\n\n                      Contoh 3: Persamaan Simpangan\n\nSebuah benda bergetar harmonik dengan amplitudo 0,10 m dan \u03c9 = 5 rad\/s. Pada t = 0, benda berada di titik setimbang dan bergerak ke arah positif. Tentukan persamaan simpangannya!\n\n              Diketahui:               A = 0,10 m, \u03c9 = 5 rad\/s  \nKondisi awal: t = 0 \u2192 x = 0 dan v awal positif.\n\nJika x(0) = 0, bentuk yang cocok adalah sinus:  \nx(t) = A sin(\u03c9t)\n\nKarena v(t) = A\u03c9 cos(\u03c9t), maka v(0) = A\u03c9 cos(0) = A\u03c9 positif, sesuai.\n\nJadi:\n\n              x(t) = 0,10 sin(5t)               (meter)\n\n---\n\n                      Contoh 4: Kecepatan Maksimum dan Percepatan Maksimum\n\nDari contoh 3, tentukan v_max dan a_max.\n\n              Jawab:              \n\nv_max = A\u03c9 = 0,10 \u00d7 5 = 0,50 m\/s\n\na_max = A\u03c9\u00b2 = 0,10 \u00d7 25 = 2,5 m\/s\u00b2\n\nJadi,               v_max = 0,50 m\/s               dan               a_max = 2,5 m\/s\u00b2              .\n\n---\n\n                      Contoh 5: Energi pada Pegas\n\nSebuah pegas dengan k = 100 N\/m bergetar dengan amplitudo A = 0,20 m. Hitung energi mekanik totalnya!\n\n              Jawab:              \n\nE = \u00bd kA\u00b2  \n= \u00bd (100)(0,20)\u00b2  \n= 50 \u00d7 0,04  \n= 2 J\n\nEnergi mekanik total getaran adalah               2 joule              .\n\n---\n\n                      Contoh 6: Periode Bandul\n\nSebuah bandul sederhana panjangnya 1 m. Jika g = 10 m\/s\u00b2, tentukan periodenya.\n\n              Jawab:              \n\nT = 2\u03c0 \u221a(L\/g)  \n= 2\u03c0 \u221a(1\/10)  \n= 2\u03c0 \u221a0,1  \n\u2248 2\u03c0 (0,316)  \n\u2248 1,99 s\n\nJadi, periode bandul sekitar               2,0 s              .\n\n               7. Penutup\n\nGetaran harmonik sederhana merupakan gerak periodik yang sangat fundamental dalam fisika. Kunci pemahamannya ada pada hubungan gaya pemulih yang sebanding dengan simpangan (F = \u2212kx), serta model matematisnya yang mengikuti fungsi sinus\/cosinus. Dengan memahami rumus periode pada pegas dan bandul, persamaan simpangan\u2013kecepatan\u2013percepatan, serta konsep energi, kamu akan lebih mudah mengerjakan soal-soal terkait getaran dan gelombang.\n\nJika kamu ingin, saya bisa menambahkan latihan soal tambahan (tanpa pembahasan dulu) atau membuat versi rangkuman rumus siap ujian.\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumus dan Contoh Soal Getaran Harmonik Getaran harmonik adalah salah satu materi penting dalam fisika yang sering muncul dalam pembahasan gerak periodik, gelombang, hingga aplikasi teknik. Kita bisa menemukannya pada gerak pegas, bandul (untuk sudut kecil), hingga getaran molekul dalam materi. Disebut \u201charmonik\u201d karena geraknya mengikuti pola yang teratur dan dapat dimodelkan dengan fungsi sinus &#8230; <a title=\"Rumus dan Contoh Soal Getaran Harmonik\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/rumus-dan-contoh-soal-getaran-harmonik.htm\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Rumus dan Contoh Soal Getaran Harmonik\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-317","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fisika"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/317","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=317"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/317\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gurumuda.net\/fisika\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}