Näide vertikaalsest ülespoole liikumisest

3 Contoh soal gerak vertikal ke atas

1. Bola dilempar vertikal ke atas dengan kelajuan awal 20 m/s. Tentukan ketinggian maksimum bola. g = 10 m/s2
Arutelu
Pada gerak vertikal ke atas, ketika benda bergerak ke atas, benda mengalami perlambatan dan ketika bergerak kembali ke bawah, benda mengalami percepatan. Karenanya gerak vertikal ke atas juga merupakan contoh GLBB.
Rumus GLBB :
vt = vo + kell
s = vo t + ½ juures2
vt2 = vo2 + 2 telge
Rumus GLBB di atas diubah dan disesuaikan dengan kondisi pada gerak vertikal ke atas, dengan beberapa catatan.

Rumus Gerak Vertikal ke Atas :
vt = vo + gt
h = vo t + ½ gt2
vt2 = vo2 + 2 gh
Kirjeldus: vt = lõppkiirus, vo = kelajuan awal, g = percepatan gravitasi, t = selang waktu, h = ketinggian.
Katatan:
Esiteks, dalam menyelesaikan soal gerak vertikal ke atas, besaran vektor yang arahnya ke atas diberi tanda positif, besaran vektor yang arahnya ke bawah diberi tanda negatif.
Teiseks, jika posisi akhir benda berada di atas posisi awal (posisi awal merupakan titik acuan) maka perpindahan (h) benda bertanda positif. Sebaliknya jika posisi akhir berada di bawah posisi awal maka perpindahan benda bertanda negatif.
Kolmandaks, pada ketinggian maksimum, benda diam sesaat sebelum berbalik arah karenanya kelajuan benda = 0.

On teada, et:
vo = 20 m/s (positif karena arah kecepatan awal ke atas = benda dilempar ke atas), g = – 10 m/s2 (negatif karena arah percepatan gravitasi selalu ke bawah, vt = 0 (pada ketinggian maksimum, benda diam sesaat)
Küsis:
Ketinggian maksimum (h) ?
Vastus:

LOE KA  Energia jäävuse seadus

Contoh soal gerak vertikal ke atas 12. Kelereng dilempar vertikal ke atas dari bangunan yang tingginya 100 meter di atas tanah dengan laju awal 20 m/s. Tentukan (a) waktu yang diperlukan untuk mencapai tanah (b) kelajuan kelereng ketika tiba di tanah. g = 10 m/s2
Arutelu
On teada, et:
h = -100 meter
vo = 20 m/s
g = -10 m/s2
Küsis:
(a) selang waktu (t)
(b) kelajuan akhir (vt)
Vastus:
(a) selang waktu (t)
Diketahui h = -100 meter (negatif karena posisi akhir kelereng di bawah posisi awal kelereng), vo = 20 m/s (positif karena arah kecepatan awal ke atas atau arah gerakan awal ke atas), g = -10 m/s2 (negatif karena arah percepatan gravitasi ke bawah).

Contoh soal gerak vertikal ke atas 2

Contoh soal gerak vertikal ke atas 3Waktu tidak mungkin bernilai negatif karenanya digunakan t2 = 6,9 sekon.

(b) Kelajuan akhir
Diketahui h, vo dan g, ditanya vt, karenanya gunakan rumus ketiga.

Contoh soal gerak vertikal ke atas 4

3. Bola A dilemparkan vertikal ke atas dengan kecepatan 10 m.s-1. Satu detik kemudian dari titik yang sama bola B dilempar vertikal ke atas pada lintasan yang sama dengan kecepatan 25 m.s-1. Tinggi yang dicapai bola B saat bertemu dengan bola A adalah…

LOE KA  Näidisküsimused mehaanilise energia kohta

A. 0,20 m

B. 4,80 m

U. 5,00 m

D. 5,20 m

E. 31,25 m

Arutelu

Dalam menyelesaikan soal vertikaalne ülespoole liikumine, besaran vektor yang arahnya ke atas diberi tanda positif, besaran vektor yang arahnya ke bawah diberi tanda negatif.

On teada, et:

Algkiirus (vo) bola A = 10 m/s

Selang waktu (t) bola A berada di udara = x

Algkiirus (vo) bola B = 25 m/s

Selang waktu (t) bola B berada di udara = x – 1

Raskuskiirendus (g) = -10 m/s2 (arah percepatan gravitasi ke bawah sehingga bertanda negatif)

Küsis: Tinggi yang dicapai bola B saat bertemu dengan bola A (h)

Besaran yang ada adalah kecepatan awal (vo), percepatan gravitasi (g), ketinggian (h) dan selang waktu (t) sehingga digunakan rumus :

h = vo t + ½ gt2

Agar bertemu, ketinggian kedua bola harus sama.

hA = hB

vo t + ½ gt2 = vo t + ½ gt2

10x + ½ (-10)x2 = 25 (x-1) + ½ (-10) (x-1)2

10x - 5x2 = 25 (x-1) – 5 (x-1)2

10x - 5x2 = 25x – 25 – 5 (x2-2x+1)

10x - 5x2 = 25x – 25 – 5x2 + 10x - 5

10x - 5x2 – 25x + 25 + 5x2 – 10x + 5 = 0

- 5x2 +5x2 + 10x – 25x – 10x + 25 + 5 = 0

LOE KA  Percobaan pengaruh Kalor terhadap Suhu dan Wujud benda

10x – 25x – 10x + 25 + 5 = 0

- 25x + 25 + 5 = 0

- 25x + 30 = 0

- 25x = – 30

x = -30/-25

x = 1,2 sekon

Selang waktu bola A berada di udara sebelum bertemu bola B = 1,2 sekon.

Selang waktu bola B berada di udara sebelum bertemu bola A = 1,2 sekon – 1 sekon = 0,2 sekon.

Tinggi yang dicapai bola A saat bertemu dengan bola B (h) :

h = vo t + ½ gt2 = (10)(1,2) + 1/2 (-10)(1,2)2 = 12 – 5(1,44) = 12 – 7,2 = 4,8 meeter

Tinggi yang dicapai bola B saat bertemu dengan bola A (h) :

h = vo t + ½ gt2 = (25)(0,2) + 1/2 (-10)(0,2)2 = 5 – 5(0,04) = 5 – 0,2 = 4,8 meeter

Õige vastus on B.

Soal gerak vertikal ke atas

1. Bola dilempar vertikal ke atas dengan kelajuan awal 10 m/s. Tentukan ketinggian maksimum bola. g = 10 m/s2
Vastus:
k = 5 meetrit
2. Kelereng dilempar vertikal ke atas dari bangunan yang tingginya 50 meter di atas tanah dengan laju awal 5 m/s. Tentukan (a) waktu yang diperlukan untuk mencapai tanah (b) kelajuan kelereng ketika tiba di tanah. g = 10 m/s2
Vastus:
(a) t = 3,7 sekon  (b) vt = 32 m/s

[Inglise keel: Vabalangemise üles-alla liikumine – probleemid ja lahendused]