Alat optik lup (kaca pembesar) – Soal dan jawaban UN 2013

1. Soal UN IPA SMP 2012/2013 SP 29 No.11

Apabila kita mengamati obyek menggunakan lup dengan mata berakomodasi maksimum, maka posisi obyek yang benar adalah…

Alat optik lup (kaca pembesar) – Soal dan jawaban UN 2013 - 1

Alat optik lup (kaca pembesar) – Soal dan jawaban UN 2013 - 2

Alat optik lup (kaca pembesar) – Soal dan jawaban UN 2013 - 3

Alat optik lup (kaca pembesar) – Soal dan jawaban UN 2013 - 4

Pembahasan

Akomodasi mata adalah penyetelan panjang fokus lensa mata. Agar dapat melihat dengan jelas suatu benda yang mempunyai jarak berbeda-beda ke mata, otot mata (otot siliari) mengubah kelengkungan lensa mata sehingga panjang fokus mata berubah. Perubahan panjang fokus lensa mata disesuaikan dengan jarak benda ke mata. Untuk melihat benda yang jaraknya jauh, otot mata rileks atau santai sehingga lensa mata menjadi tipis dan bayangan benda berada tepat di titik fokus (retina). Ketika otot mata rileks atau santai, mata berakomodasi minimum.
Sebaliknya agar dapat melihat benda yang jaraknya dekat, otot mata berkontraksi sehingga lensa mata menebal, panjang fokus menjadi lebih pendek dan bayangan benda berada di belakang titik fokus (retina). Jarak benda ke mata terdekat yang masih mampu difokuskan mata disebut titik dekat. Rata-rata manusia mempunyai titik dekat 25 cm. Ketika mata memfokuskan benda pada titik dekat (25 cm), mata berakomodasi maksimum.

Besar atau kecilnya ukuran suatu benda yang kita lihat bergantung pada sudut yang dibentuk benda pada mata. Benda yang jaraknyanya jauh membentuk sudut yang kecil pada mata sehingga benda kelihatannya kecil, walaupun ukuran sebenarnya besar. Sebaliknya benda yang jaraknya dekat dengan mata membentuk sudut yang lebih besar sehingga benda kelihatan lebih besar. Misalnya terdapat dua batu berukuran sama, salah satu batu berjarak 50 cm dari mata dan batu lain berjarak 100 cm dari mata. Ukuran batu sama tetapi karena jarak batu berbeda maka batu yang berjarak 50 cm dari mata mempunyai ukuran 2 kali lebih besar dari batu yang berjarak 100 cm dari mata. Apabila kita ingin melihat benda lebih jelas maka kita harus mendekatkan benda tersebut ke mata dan jarak terdekat di mana mata masih mampu melihat dengan jelas adalah 25 cm. Bagaimana jika setelah benda didekatkan dengan mata pada jarak 25 cm, mata masih tidak bisa melihatnya dengan jelas? Sebagai contoh, huruf yang ukurannya sangat kecil walaupun didekatkan hingga jarak 25 cm, mata tidak mampu melihatnya dengan jelas. Untuk mengatasi persoalan ini dibutuhkan kaca pembesar atau lup.
Lup atau pembesar sederhana sebenarnya tersusun dari dua lensa lensa cembung alias lensa konvergen pada kedua permukaannya. Lensa seperti ini dinamakan lensa cembung ganda. Lup memungkinkan kita meletakan benda lebih dekat ke mata kita sehingga membentuk sudut pandang yang lebih besar. Agar mata berakomodasi minimum atau mata dalam kondisi santai maka bayangan benda harus berada pada jarak tak berhingga. Hal ini dapat terjadi apabila benda berada tepat pada titik fokus lup, sebagaimana ditunjukkan pada jawaban C. Sebaliknya jika mata berakomodasi maksimum maka bayangan harus berada pada jarak paling dekat 25 cm dari mata. Hal ini dapat terjadi jika benda berada di sebelah dalam titik fokus lup, sebagaimana ditunjukkan pada jawaban D..
Jawaban yang benar adalah D.

Jumlah halaman : 21

Materi Pembahasan Soal :

  1. Besaran dan Satuan
  2. Massa Jenis
  3. Suhu
  4. Kalor
  5. Hukum Newton
  6. Penerapan Hukum Newton
  7. Usaha dan Energi
  8. Tekanan
  9. Getaran dan Gelombang
  10. Bunyi
  11. Alat Optik
  12. Listrik Statis
  13. Listrik Dinamis
  14. Energi dan Daya Listrik
  15. Magnet
  16. Listrik Arus Bolak Balik
  17. Tata Surya