Pengukuran menggunakan jangka sorong dan mikrometer skrup – contoh soal UN

1. Gambar di bawah ini menunjukan pengukuran lebar balok menggunakan jangka sorong. Lebar balok adalah….

Jangka sorong dan mikrometer skrup - 1A. 1,39 cm
B. 1,54 cm
C. 1,98 cm
D. 2,08 cm
E. 3,02 cm
Pembahasan
Garis di sebelah atas merupakan skala utama dan garis di sebelah bawah merupakan skala nonius (skala tambahan). Jangka sorong menggunakan satuan centimeter (cm). Jarak antara tiap garis pada skala utama = 1 cm.
Hasil pengukuran menggunakan jangka sorong = skala utama + skala nonius.
Angka 0 dari skala nonius berada di antara 1,9 dan 2 karenanya skala utama = 1,9 cm
Garis pada skala nonius yang berhimpit dengan garis pada skala utama adalah garis ke-8 karenanya skala nonius = 8 x 0,01 cm = 0,08 cm.
(0,01 cm = 0,1 mm merupakan batas ketelitian dari jangka sorong).
Jadi hasil pengukuran menggunakan jangka sorong adalah 1,9 cm + 0,08 cm = 1,98 cm.
Jawaban yang benar adalah C.

2. Sebuah benda ketebalannya diukur menggunakan mikrometer skrup seperti gambar di bawah. Hasil pengukuran ketebalan benda adalah ….

Jangka sorong dan mikrometer skrup 2A. 2,97 mm
B. 2,37 mm
C. 2,03 mm
D. 1,97 mm
E. 1,47 mm
Pembahasan
Garis di sebelah kiri merupakan skala utama dan garis di sebelah kanan merupakan skala tambahan. Mikrometer skrup menggunakan satuan milimeter (mm). Jarak antara tiap garis pada skala utama = 1 mm.
Hasil pengukuran menggunakan mikrometer skrup = skala utama + skala tambahan.
Skala utama = 2 mm
Garis pada skala tambahan yang berhimpit dengan garis tengah pada skala utama adalah garis ke-37 karenanya skala tambahan = 37 x 0,01 mm = 0,37 mm.
(0,01 mm merupakan batas ketelitian dari mikrometer skrup).
Jadi hasil pengukuran menggunakan mikrometer skrup adalah 2 mm + 0,37 mm = 2,37 mm.
Jawaban yang benar adalah B.

Contoh soal dan soal latihan :
Contoh soal jangka sorong
Soal jangka sorong
Contoh soal mikrometer skrup
Soal mikrometer skrup

Artikel terbaru dikirim melalui email. Masukkan email Anda, lalu klik Subscribe.